Menko PMK: Tak Ada Libur, Semua Terus Bekerja Demi Masyarakat di Aceh, Sumut, dan Sumbar
Menko PMK Pratikno menegaskan pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Sumatera.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
- Fokus pemerintah adalah percepatan pemulihan, keselamatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi Sumatera
- Pratikno bersyukur berkat gotong-royong pemerintah dan segenap pihak yang terlibat, 12 dari total 52 kabupaten/kota di tiga provinsi sudah masuk fase pemulihan
- Pratikno menyatakan sekitar 65 persen sekolah telah disiapkan untuk beroperasi kembali di Aceh
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan sejumlah wilayah terdampak banjir bandang di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Ia mengatakan fokus pemerintah adalah percepatan pemulihan, keselamatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana banjir dan tanah longsor di tiga provinsi tersebut.
Pratikno mengatakan saat ini dirinya bersama Kepala BNPB, serta jajaran pemerintah daerah tengah berada di Aceh untuk memastikan pemulihan berjalan cepat.
"Kami hadir untuk memastikan percepatan langkah tanggap darurat dan langkah pemulihan tetap dijalankan, tetap dilaksanakan menjelang pergantian tahun ini," ujar Pratikno melalui sambungan video yang disiarkan langsung di kanal Youtube BNPB Indonesia pada Kamis (25/12/2025).
"Tidak ada libur, semuanya terus bekerja demi masyarakat, menolong masyarakat yang terdampak bencana," imbuhnya.
Baca juga: Menko PMK Pratikno Pastikan Hunian Tetap Korban Bencana Sumatra Dibangun Sepenuhnya oleh Pemerintah
Pratikno bersyukur berkat gotong-royong pemerintah dan segenap pihak yang terlibat, 12 dari total 52 kabupaten/kota di tiga provinsi sudah masuk fase pemulihan.
Namun demikian, lanjut dia, masih ada 11 Kabupaten di Provinsi Aceh yang akan memperpanjang status tanggap darurat.
"Tapi saat ini masih dibahas. Semua ini dilakukan untuk memastikan upaya tanggap darurat yang dibutuhkan oleh warga bisa terlaksana dengan maksimal, dan agar daerah benar-benar siap masuk ke fase pemulihan," kata dia.
Baca juga: Pratikno: Jaminan Dana dan Logistik Nasional Tersedia Penuh untuk Penanggulangan Bencana Sumatera
Pratikno juga memaparkan kondisi terkait enam aspek vital bagi kehidupan masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Enam aspek itu adalah terkait hunian, akses transportasi, layanan kesehatan dasar, distribusi logistik, hutan dan lingkungan, serta layanan pendidikan.
Terkait hunian, ia mengatakan pembangunan hunian sementara (huntara) sudah berjalan di 6 Kabupaten/Kota di Sumbar, di 3 Kabupaten/Kota di Sumut dan di 1 kabupaten di Aceh.
Sementara pembangunan huntara di Kabupaten/Kota lain dalam proses persiapan dan percepatan.
Di saat yang sama, kata dia, persiapan pembangunan hunian tetap (huntap).
Terkait akses transportasi, Pratikno mengatakan secara keseluruhan sebanyak 72 ruas dari 81 ruas jalan nasional yang terdampak di Aceh, Sumut, dan Sumbar sudah kembali berfungsi.
Namun, kata dia, 9 ruas lainnya masih dalam proses percepatan penanganan.
Baca tanpa iklan