Khutbah Jumat 26 Desember 2025: Toleransi Islam untuk Keyakinan Berbeda
Teks khutbah berjudul "Toleransi Islam untuk Keyakinan Berbeda" bisa dibacakan saat salat Jumat, 26 Desember 2025.
Penulis:
Lanny Latifah
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM - Teks khutbah berjudul "Toleransi Islam untuk Keyakinan Berbeda" bisa dibacakan saat salat Jumat, 26 Desember 2025.
Khutbah Jumat adalah ceramah agama yang disampaikan oleh seorang khatib sebelum pelaksanaan salat Jumat.
Khutbah merupakan bagian penting dari ibadah salat Jumat dan memiliki beberapa fungsi, seperti memberikan nasihat, bimbingan moral, dan pesan-pesan agama kepada jamaah.
Pada kesempatan khutbah Jumat yang penuh berkah ini, tema yang diangkat adalah "Toleransi Islam terhadap Keyakinan yang Berbeda".
Tema ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, di mana keberagaman menjadi bagian dari identitas bangsa.
Dikutip dari laman Simbi Kemenag, berikut teks khutbah berjudul "Toleransi Islam untuk Keyakinan Berbeda" untuk shalat Jumat, 26 Desember 2025.
Baca juga: 5 Rukun Khutbah Jumat yang Wajib Dipenuhi Seorang Khatib, Menentukan Sahnya Ibadah
Toleransi Islam untuk Keyakinan Berbeda
Khutbah Pertama
ุงููุญูู ูุฏู ููููููู ุงููุญูู ูุฏู ููููููู ุงูููุฐูู ุญูู ูุฏูุง ููููุงููู ููุนูู ููู ููููููุงููุฆู ู ูุฒููุฏูููุ ููุง ุฑูุจููููุง ูููู ุงููุญูู ูุฏู ููู ูุง ููููุจูุบูู ุงูุฌูููุงูู ููุฌููููู ููููุนูุธููู ู ุณูููุทูุงููููุ ุณูุจูุญูุงูููู ุงููููููู ูู ููุง ุฃูุญูุตูู ุซูููุงุกู ุนููููููู ุฃูููุชู ููู ูุง ุฃูุซูููููุชู ุนูููู ููููุณูููุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃููู ููุง ุฅููููู ุฅููููุง ุงูููููู ููุญูุฏููู ููุง ุดูุฑูููู ููููุ ููุฃูุดูููุฏู ุฃูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏูุง ุนูุจูุฏููู ููุฑูุณููููููุ ุงููููููู ูู ุตูููู ููุณููููู ู ููุจูุงุฑููู ุนูููู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏู ููุนูููู ุขูู ุณููููุฏูููุง ู ูุญูู ููุฏู ุตูููุงุฉู ููุณูููุงู ูุง ู ูุชูููุงุฒูู ููููู ุฅูููู ููููู ู ุงูุฏูููููุ ุฃูู ููุง ุจูุนูุฏู ููููุง ุฃููููููุง ุงููุญูุงุถูุฑูููู ุงุชูููููุง ุงูููููู ุญูููู ุชูููุงุชููู ููููุง ุชูู ููุชูููู ุฅููููุง ููุฃูููุชูู ู ู ูุณูููู ููููุ ููุงูู ุงูููู ุชูุนูุงููู ููู ุงููููุฑูุขูู ุงููุนูุธููู ู: ูููููู ุดูุงุกู ุฑูุจูููู ููุขู ููู ู ููู ููู ุงููุฃูุฑูุถู ูููููููู ู ุฌูู ููุนูุง ุ ุฃูููุฃูููุชู ุชูููุฑููู ุงููููุงุณู ุญูุชููู ููููููููุง ู ูุคูู ูููููู.
Hadirin jemaah salat Jum'at yang dirahmati Allah Swt,
Pada kesempatan khotbah Jum'at yang penuh berkah ini, tema yang diangkat adalah "Toleransi Islam terhadap Keyakinan yang Berbeda". Tema ini sangat relevan dengan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk, di mana keberagaman menjadi bagian dari identitas bangsa. Dalam keluarga, lingkungan sosial, maupun kehidupan berbangsa, nilai-nilai toleransi harus menjadi fondasi penting bagi terciptanya kedamaian dan harmoni.
Toleransi beragama dapat dipahami sebagai sikap hidup yang menekankan saling menghormati perbedaan keyakinan, di mana setiap orang diberikan ruang dan kebebasan untuk meyakini serta menjalankan ajaran agamanya tanpa rasa takut akan diskriminasi atau gangguan dari pihak lain.
Sebaliknya, intoleransi beragama muncul ketika ada penolakan atau pembatasan terhadap hak orang lain dalam beragama, yang kerap berkembang menjadi tindakan diskriminatif bahkan kekerasan karena perbedaan keyakinan.
Dalam konteks kehidupan di Indonesia, toleransi dan intoleransi bukanlah sekadar wacana atau teori, melainkan nyata dalam kehidupan masyarakat. Dialektika, dinamika, konflik serta turbulensi seputar toleransi dan intoleransi sering terjadi sejak lama: pra kemerdekaan, pasca kemerdekaan, hingga saat ini yang sering disebut dengan era digital.
Hadirin rahimakumullah,
Umat dan masyarakat Indonesia patut mensyukuri karena secara umum kondisi toleransi beragama belakangan ini relatif dinamis dan kondusif. Hal ini ditandai dengan minimnya kasus-kasus intoleransi ekstrem. Namun kewaspadaan tetap diperlukan agar potensi konflik dan ketegangan antarumat beragama di sejumlah daerah, tidak meletus kembali.
Berbagai penelitian menunjukkan, intoleransi beragama dipicu oleh fanatisme berlebihan, stereotip negatif, kepentingan politik, serta konflik akibat keberagaman masyarakat yang tidak dikelola dengan bijak. Faktor lain meliputi pemahaman keagamaan yang sempit, politisasi agama, ketimpangan ekonomi, diskriminasi sosial, serta peran media sosial dalam menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian yang memperparah polarisasi.
Hadirin jemaah salat Jum'at yang dirahmati Allah Swt,
Islam sebagai agama rahmatan lil 'alamin mengajarkan prinsip-prinsip toleransi terhadap mereka yang berbeda keyakinan. Di antaranya Al-Qur'an surah Al-Kรคfirรผn [109] ayat 6, Allah berfirman:
ููููู ู ุฏููููููู ู ููููู ุฏูููู
"Untukmu agamamu dan untukku agamaku."
Prinsip kebebasan beragama juga ditegaskan dalam surah Al-Baqarah [2] ayat 256:
Baca tanpa iklan