Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Bendera GAM Berkibar di Aceh, IPR: Harusnya Tidak Boleh Dinormalisasi, Ada Intervensi Asing

Menurut Iwan, ada peran asing yang mendelegitimasi kinerja pemerintah dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bendera GAM Berkibar di Aceh, IPR: Harusnya Tidak Boleh Dinormalisasi, Ada Intervensi Asing
KOMPAS.COM/MASRIADI SAMBO
DEMO DI ACEH - Dalam foto: Demontrasi yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat sipil tergabung dalam Gerakan Rakyat Aceh Bersatu (GRAB) di Landing, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/12/2025). Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Iwan Setiawan meyakini, pengibaran bendera GAM membenarkan pernyataan Prabowo soal campur tangan asing, karena diduga dipicu oleh peran asing yang mendelegitimasi pemerintah sehingga terkesan tidak tanggap bencana di Sumatra. 

"Dan itu bisa muncul kembali ketika ada pemicu-pemicu atau ada yang melakukan provokasi-provokasi."

Ada Intervensi Pihak Asing

Selanjutnya, Iwan bilang bahwa ada perang narasi di tengah bencana di Sumatra yang dimanfaatkan oleh pihak atau provokasi tertentu, sehingga memicu pengibaran bendera GAM.

Salah satu narasi yang disorot Iwan adalah desakan pada Presiden RI Prabowo Subianto untuk menetapkan status bencana nasional, terlepas dari pernyataan Prabowo bahwa Indonesia mampu mengatasi bencana sendiri tanpa bantuan asing.

Desakan penetapan status bencana nasional tersebut, Iwan menduga, muncul karena intervensi pihak asing untuk mendiskreditkan pemerintah.

"Nah, di Aceh, dalam momen bencana alam atau banjir bandang yang melanda Sumatera dan Aceh, dari awal kita melihat bagaimana narasi yang berserakan di ruang publik, di media sosial, banyak perang narasi dan Presiden Prabowo Subianto juga sudah mencium adanya semacam gerakan-gerakan," ucap Iwan.

"Kemarin, kita melihat banyak yang mendorong adanya status bencana nasional, mendorong adanya penerimaan bantuan luar negeri, membuka diri dan sebagainya."

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita melihat bagaimana sikap Pak Prabowo itu kekeuh atau konsisten mengatakan bahwa kita mampu, kita bisa mengatasi bencana ini sendiri. Nah, saya ingin kaitkan pernyataan Pak Prabowo itu."

Menurut Iwan, ada peran asing dalam upaya mendelegitimasi atau mengurangi kepercayaan, dukungan, dan penerimaan publik terhadap pemerintah Indonesia dalam penanganan bencana.

Di sisi lain, Prabowo sudah beberapa kali mewaspadai adanya antek-antek asing dalam pernyataan publiknya.

Iwan meyakini, pengibaran bendera GAM membenarkan pernyataan Prabowo soal campur tangan asing, karena diduga dipicu oleh peran asing yang mendelegitimasi pemerintah, sehingga terkesan tidak tanggap bencana di Sumatra.

"Dan terakhir kita melihat bahwa ada gangguan asing, ada peran asing dalam delegitimasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu terutama di media sosial itu masif sekali," kata Iwan.

"Nah, munculnya aksi yang mengibarkan bendera GAM kemarin itu sebenarnya mengonfirmasi apa yang dinyatakan oleh Presiden Prabowo Subianto."

"Karena dari awal bencana sampai sekarang masih banyak perang narasi, masih banyak upaya delegitimasi melalui media sosial yang ingin mendiskreditkan peran negara dalam penanganan bencana di di Sumatera dan Aceh."

"Banyak yang mengatakan bahwa negara tidak hadir, negara tidak bergerak cepat."

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas