Bendera GAM Berkibar di Aceh, IPR: Harusnya Tidak Boleh Dinormalisasi, Ada Intervensi Asing
Menurut Iwan, ada peran asing yang mendelegitimasi kinerja pemerintah dalam penanganan bencana di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Garudea Prabawati
"Dan itu bisa muncul kembali ketika ada pemicu-pemicu atau ada yang melakukan provokasi-provokasi."
Ada Intervensi Pihak Asing
Selanjutnya, Iwan bilang bahwa ada perang narasi di tengah bencana di Sumatra yang dimanfaatkan oleh pihak atau provokasi tertentu, sehingga memicu pengibaran bendera GAM.
Salah satu narasi yang disorot Iwan adalah desakan pada Presiden RI Prabowo Subianto untuk menetapkan status bencana nasional, terlepas dari pernyataan Prabowo bahwa Indonesia mampu mengatasi bencana sendiri tanpa bantuan asing.
Desakan penetapan status bencana nasional tersebut, Iwan menduga, muncul karena intervensi pihak asing untuk mendiskreditkan pemerintah.
"Nah, di Aceh, dalam momen bencana alam atau banjir bandang yang melanda Sumatera dan Aceh, dari awal kita melihat bagaimana narasi yang berserakan di ruang publik, di media sosial, banyak perang narasi dan Presiden Prabowo Subianto juga sudah mencium adanya semacam gerakan-gerakan," ucap Iwan.
"Kemarin, kita melihat banyak yang mendorong adanya status bencana nasional, mendorong adanya penerimaan bantuan luar negeri, membuka diri dan sebagainya."
"Kita melihat bagaimana sikap Pak Prabowo itu kekeuh atau konsisten mengatakan bahwa kita mampu, kita bisa mengatasi bencana ini sendiri. Nah, saya ingin kaitkan pernyataan Pak Prabowo itu."
Menurut Iwan, ada peran asing dalam upaya mendelegitimasi atau mengurangi kepercayaan, dukungan, dan penerimaan publik terhadap pemerintah Indonesia dalam penanganan bencana.
Di sisi lain, Prabowo sudah beberapa kali mewaspadai adanya antek-antek asing dalam pernyataan publiknya.
Iwan meyakini, pengibaran bendera GAM membenarkan pernyataan Prabowo soal campur tangan asing, karena diduga dipicu oleh peran asing yang mendelegitimasi pemerintah, sehingga terkesan tidak tanggap bencana di Sumatra.
"Dan terakhir kita melihat bahwa ada gangguan asing, ada peran asing dalam delegitimasi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu terutama di media sosial itu masif sekali," kata Iwan.
"Nah, munculnya aksi yang mengibarkan bendera GAM kemarin itu sebenarnya mengonfirmasi apa yang dinyatakan oleh Presiden Prabowo Subianto."
"Karena dari awal bencana sampai sekarang masih banyak perang narasi, masih banyak upaya delegitimasi melalui media sosial yang ingin mendiskreditkan peran negara dalam penanganan bencana di di Sumatera dan Aceh."
"Banyak yang mengatakan bahwa negara tidak hadir, negara tidak bergerak cepat."
Baca tanpa iklan