Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dari 112 Pasar Terdampak Bencana di Aceh, Baru 18 yang Beroperasi

Dari 112 pasar tradisional yang terdampak akibat terjangan banjir dan longsor akhir November lalu baru 18 pasar yang sudah beroperasi penuh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
zoom-in Dari 112 Pasar Terdampak Bencana di Aceh, Baru 18 yang Beroperasi
Serambinews.com/Yusmandin Idris
BERLUMPUR – Lokasi pengungsian bagi warga Desa Meunasah Pulo, Peudada, Bireuen, Aceh dihantam banjir lagi pada Rabu (24/12/2025) malam, tenda dipenuhi lumpur tebal. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan dari 112 pasar tradisional yang terdampak akibat terjangan banjir dan longsor akhir November lalu baru 18 pasar yang sudah beroperasi penuh. 
Ringkasan Berita:
  • Aktivitas ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih Pasca bencana Sumatera, terutama di Aceh.  
  • Dari 112 pasar tradisional yang terdampak akibat terjangan banjir dan longsor akhir November lalu baru 18 pasar yang sudah beroperasi penuh.
  • Di Sumatera Utara (Sumut) sebagian besar pasar tradisional sudah beroperasi penuh.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktivitas ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih Pasca bencana Sumatera, terutama di Aceh.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno mengatakan dari 112 pasar tradisional yang terdampak akibat terjangan banjir dan longsor akhir November lalu baru 18 pasar yang sudah beroperasi penuh.

Baca juga: Daftar 11 Kabupaten/Kota di Aceh Perpanjang Status Tanggap Darurat Bencana Sumatera

"Terkait dengan aktivitas ekonomi, di Aceh itu ada 112 pasar tradisional yang terdampak. Ini saat ini 18 sudah sepenuhnya beroperasi," kata Pratikno.

Sementara itu, di Sumatera Utara (Sumut) sebagian besar pasar tradisional sudah beroperasi penuh. Dari 47 pasar terdampak hanya satu yang belum beroperasi kembali.

"46 pasar sudah beroperasi, masih satu yang dalam proses percepatan," katanya.

Sementara itu, di Sumatera Barat (Sumbar) dari tiga pasar terdampak, dua diantaranya sudah mulai beroperasi, dan satu masih dalam proses percepatan pemulihan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Pemerintah akan terus mempercepat kembali aktifnya pasar-pasar tradisional ini melalui penataan infrastruktur, pembersihan, dan juga dukungan keterlibatan dari kementerian dan lembaga yang terkait," katanya.

Baca juga: TelkomGroup Terus Kejar Pemulihan Layanan Pascabencana di Aceh

Hunian Korban

Selain pasar, pemerintah juga terus mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) dan hunian tetap (Huntap) bagi para korban terdampak bencana. Pratikno mengatakan sebagian hunian sementara telah rampung dikerjakan untuk kemudian ditempati para korban terdampak.

"Per 28 Desember, Huntara di tiga provinsi sudah mulai dibangun, dan sebagian sudah selesai," katanya.

Jumlah Huntara yang telah selesai dibangun mencapai 1050 unit yang tersebar di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Huntara dibangun oleh BNPB, dan Danantara bekerja sama dengan pemerintah daerah.

"Yang dibangun BNPB bersama daerah itu adalah 450, sedangkan yang dibangun Danantara bersara beserta jajaran BUMN itu 600 unit huntara," pungkasnya.

Sebelumnya Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa sebanyak 25 ribu hunian akan dibangun untuk warga terdampak bencana Sumatera. 15 ribu rumah dibangun Danantara melalui  Badan Usaha milik Negara (BUMN).

Baca juga: Distribusi BBM ke Aceh Berangsur Normal, Bahlil Minta SPBU Buka 24 Jam

"Total 15.000 unit ditargetkan selesai dalam 3 bulan ke depan," kata Seskab melalui keterangan tertulisnya, Minggu, (28/12/2025).

Dari  jumlah tersebut kata Seskab, 500 rumah akan selesai dalam pekan ini. Rumah yang dibangun dilengkapi dengan berbagai  macam fasilitas.

"500 unit pertama akan selesai dalam minggu ini dan dilengkapi dengan sanitasi air bersih, rumah ibadah, listrik, jaringan wifi, serta fasilitas untuk anak-anak," katanya.

Sementara itu BNPB kata Seskab telah memulai pembangunan 4.500 hunian sementara. Kemudian,  Kementerian Perumahan sudah memulai pembangunan hunian tetap di 3 provinsi. Adapun jumlahnya 2.500 unit pertama sudah dibangun minggu lalu di lahan BUMN  dan 2.500 unit kedua akan mulai dibangun awal minggu depan.

"Hunian sementara dan hunian tetap ini dibangun dengan memenuhi beberapa kriteria, yakni bukan di lokasi rawan bencana, lokasinya cukup dekat dengan rumah, jalan besar, fasilitas umum serta tempat bekerja para pengguna," katanya.

Bencana besar melanda Aceh akhir November–Desember 2025. Banjir bandang dan longsor menewaskan ratusan orang, jutaan warga terdampak, dan ribuan rumah serta jembatan rusak.

Pemerintah memperpanjang status darurat hingga 25 Desember, membangun hunian sementara, dan mempercepat perbaikan infrastruktur vital.

Kronologi Bencana

  • Banjir bandang & longsor melanda berbagai kabupaten di Aceh sejak akhir November 2025.
  • Status darurat diperpanjang hingga 25 Desember 2025 karena jumlah korban terus bertambah.
  • Wilayah terdampak: Aceh Tamiang, Bireuen, dan sejumlah kabupaten lain.

Dampak Utama

  • Korban jiwa: 407 orang meninggal menurut data pemerintah Aceh; BNPB mencatat total korban di Sumatra (termasuk Aceh) mencapai 1.106 jiwa per 22 DesemberdetikNews.
  • Warga terdampak: lebih dari 1,9 juta jiwa, dengan 539.584 KK terdampak.
  • Pengungsian: 378.395 jiwa di 2.174 titik.
  • Kerusakan infrastruktur: 332 jembatan rusak, 157 ribu rumah terdampak.
  • Hunian sementara: lahan di Aceh Tamiang disiapkan untuk pembangunan rumah darurat bagi korban.
  • Transportasi vital: Jembatan Krueng Tingkeum di Bireuen rusak, kini 90 persen selesai diperbaiki dan ditargetkan beroperasi 29 Desember. (*)
Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas