Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

4.839 Rumah di Aceh Tamiang Hilang Imbas Bencana, 8.509 Rusak Berat

Sebanyak 4.839 rumah di Aceh Tamiang hilang imbas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in 4.839 Rumah di Aceh Tamiang Hilang Imbas Bencana, 8.509 Rusak Berat
/BNPB Indonesia
BENCANA DI SUMATERA - Mobilitas warga perlahan-lahan sudah mulai aktif kembali, hilir mudik kendaraan tampak di ruas jalan wilayah Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh pada Sabtu (6/12/2025). (BNPB Indonesia/tribunnews/HO) 

Ringkasan Berita:
  • Imbas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu, sebanyak 4.839 rumah di Aceh Tamiang hilang.
  • Sebanyak 8.509 rumah rusak berat, sedangkan rumah rusak sedang ada 9.366 buah,
  • Kemudian, rumah yang mengalami rusak ringan sebanyak 15.174 buah.

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 4.839 rumah di Aceh Tamiang hilang imbas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Aceh Tamiang Armia Fahmi dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Pemulihan Pascabencana Sumatera yang digelar DPR RI di Aceh, Selasa (30/12/2025).

"Kemudian kami menelepon juga untuk kondisi rumah. Rumah yang hilang di Aceh Tamiang, hitungan kami masih dinamis, sebanyak 4.839 rumah yang hilang."

“Jadi ini ada di beberapa gampong atau beberapa desa memang betul-betul hilang, terutama yang di pinggir sungai,” sambungnya.

Lebih lanjut, Armia menuturkan bahwa sebanyak 8.509 rumah rusak berat.

"Rusak berat itu ada 8.509 buah. Rusak sedang ada 9.366 buah, dan rusak ringan sebanyak 15.174 buah," terangnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pembangunan Huntara

Sebelumnya, PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) mempercepat pembangunan Huntara di Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari percepatan pemulihan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.

Proyek ini dikerjakan melalui kolaborasi tujuh BUMN Karya di bawah Danantara, dengan pola kerja 24 jam dengan pola shifting dan pengawasan mutu yang diperketat agar hunian segera layak ditempati.  

Hutama Karya bersama BUMN Karya lain memfokuskan target pekerjaan Huntara sebanyak 196 unit.

Hutama Karya terus mengerahkan sumber daya optimal untuk dapat menyelesaikan target hunian agar dapat difungsionalkan pada Kamis (1/1/2026) mendatang.

Pekerjaan proyek difokuskan ke pekerjaan fondasi, rangka atap, rangka dinding, lantai panggung, serta pintu dan jendela.

Sampai dengan Senin (29/12/2025) ini, progres pekerjaan dengan fokus pada percepatan pekerjaan struktur dan utilitas dasar agar unit segera fungsional.

Huntara ini dirancang dengan konsep hunian memanjang dengan ukuran per unit 4,5 meter x 4,5 meter.  

Baca juga: Konstruksi 24 Jam, Hutama Karya Kebut Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang

Dorongan percepatan penyediaan Huntara pun menguat seiring agenda Presiden RI, Prabowo Subianto dijadwalkan pada Kamis (1/1/2026) meninjau perkembangan pembangunan Huntara di Aceh Tamiang sekaligus bertemu warga terdampak banjir.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas