Prabowo Baru Kunjungi Wilayah Terdampak Bencana Sumatra, Aktivis Virdian Aurellio: Itu Bare Minimum
Virdian Aurellio mendesak Presiden RI Prabowo Subianto agar berkantor di wilayah terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra.
Penulis:
Rizkianingtyas Tiarasari
Editor:
Tiara Shelavie
"Lampu juga nyala, kala itu listrik, ketika Presiden Prabowo datang, ketika sudah selesai, [Prabowo] pulang, mati lagi. Ini warga yang mengatakan, videonya saya ada."
Kunjungan Saja tidak Cukup
Virdian pun menegaskan, kunjungan saja ke wilayah terdampak bencana di Sumatra tidak cukup.
Menurut Virdian, Prabowo selaku Presiden RI harus berkantor di sana, demi menunjukkan bahwa dirinya memang berpihak dan peduli kepada para korban.
Virdian juga menyentil pernyataan Prabowo yang menyebut bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi akhir November 2025 ini hanya berdampak di 3 provinsi dari total 38 provinsi di Indonesia.
Sehingga, dengan berkantor di wilayah terdampak bencana, kata Virdian, Prabowo tidak terkesan mengecilkan
"Jadi enggak cukup Pak Presiden cuman berkunjung, apalagi kalau hanya seremonial," ucap Virdian.
"Pak Presiden harus nunjukin standing point sebagai pemimpin republik ini, bahwa Aceh dan/atau Sumatera Utara, Sumatra Barat, itu bukan cuma tiga dari 38 [provinsi] ya."
"Mereka juga adalah bagian penting dari Republik Indonesia. Jadi bukan cuma tiga dari 38 [provinsi], menunjukkan simbol itu, body language itu dengan kalau perlu berkantor di sana."
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung pihak-pihak yang mendesak penetapan status darurat bencana nasional untuk bencana Sumatra.
Saat itu, Prabowo memastikan pemerintah bisa mengatasi dampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Ia juga menyebut semua kekuatan sudah dikerahkan ke lokasi bencana dan situasi kini terkendali.
"Ada yang teriak-teriak ingin ini dinyatakan bencana nasional. Kita sudah kerahkan, ini tiga provinsi dari 38 provinsi. Jadi, situasi terkendali. Saya monitor terus, ya," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).
Pentingnya Berkantor di Wilayah Terdampak Bencana
Virdian lantas menjelaskan pentingnya Presiden RI Prabowo Subianto berkantor di wilayah terdampak bencana, yakni untuk memonitor kinerja penanganan dan pemulihan pasca-bencana secara langsung.
Sehingga, tidak hanya mendapat laporan 'Asal Bapak Senang.'