Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sosok Sherly Annavita, Influencer Wanita Diteror setelah Mengkritik Penanganan Banjir Sumatra

Konten kreator Sherly Annavita diteror dan diancam usai kritik penanganan banjir Sumatra. Ia meminta Presiden Prabowo usut aksi teror di rumahnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
zoom-in Sosok Sherly Annavita, Influencer Wanita Diteror setelah Mengkritik Penanganan Banjir Sumatra
Instagram @sherlyannavita
SHERLY ANNAVITA - Alasan Sherly Annavita menolak keputusan Jokowi memindahkan ibu kota ke Kalimantan, singgung soal kondisi keuangan negara. Ia mendapat teror setelah mengkritik penanganan banjir Sumatra. 

Ringkasan Berita:
  • Konten kreator Sherly Annavita mengalami aksi teror berupa perusakan mobil, pelemparan telur busuk, serta ancaman fisik dan digital.
  • Sherly menyoroti lambatnya distribusi bantuan di wilayah terisolir serta penolakan bantuan asing.
  • Atas kejadian ini, ia telah melapor dan meminta Presiden Prabowo untuk memberikan perhatian terhadap aksi teror yang mencederai demokrasi.

TRIBUNNEWS.COM - Aksi teror dialami seorang konten kreator wanita bernama Sherly Annavita Rahmi.

Mobilnya yang terparkir di luar rumah dicoret-coret menggunakan cat emprot atau pilox oleh orang tidak dikenal.

Ia menemukan satu kantong plastik berisi telur busuk yang dilempar ke depan rumah.

Terdapat gulungan kertas berisi pesan bernada ancaman yang meminta Sherly tidak menjadikan banjir Sumatra sebagai konten.

Wanita 32 tahun itu juga mendapat pesan ancaman melalui WhatsApp maupun media sosial.

Sherly Annavita lahir di Lhokseumawe, Aceh dan sering mengkritisi penanganan bencana banjir yang melanda Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu hal yang dikritik adalah distribusi bantuan ke wilayah Aceh Tengah, Gayo Lues, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Aceh Tamiang.

Menurut Sherly, wilayah tersebut terisolir karena banyak jembatan ambruk.

Selain itu, ia turut mengkritik penolakan terhadap bantuan asing yang diperlukan para korban banjir.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa (30/12/2025), jumlah korban meninggal akibat banjir Sumatra sebanyak 1.141 orang.

Untuk korban yang masih dinyatakan hilang tercatat 163 orang.

Baca juga: Fokus Bersihkan Sisa Banjir di Sumatera dan Aceh, PMI Kirim Puluhan Ribu Cangkul, Sekop, & Excavator

Dalam akun Instagramnya @sherlyannavita, ia meminta Presiden Prabowo menyoroti aksi teror yang dialaminya.

"Dm instagram dan no pribadi juga sudah berhari-hari tidak luput dari makian dan ancaman."

"Semoga cara-cara seperti ini tidak lagi dilanjutkan. Karena merugikan kita semua sebagai sebuah bangsa."

"NB: Lokasi kejadian di Jakarta. Izin lapor ya Bapak @prabowo," tulisnya pada Selasa (30/12/2025).

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas