Profil Iqbal Damanik, Aktivis Greenpeace Dapat Teror Bangkai Ayam, Ada Pesan MULUTMU HARIMAUMU
Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik, mendapat teror berupa bangkai ayam yang dikirim ke rumahnya pada Selasa (30/12/2025).
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Sri Juliati
Ringkasan Berita:
- Aktivis Greenpeace, Iqbal Damanik, mendapat teror bangkai ayam.
- Bangkai ayam itu dikirim ke rumahnya pada Selasa (30/12/2025).
- Ada pesan untuk Iqbal agar menjaga ucapannya jika ingin keluarga aman.
TRIBUNNEWS.com - Menjelang pergantian tahun 2026, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, mendapat teror berupa bangkai ayam.
Bangkai ayam itu ditemukan di teras rumah Iqbal pada Selasa (30/12/2025), tanpa pembungkus.
Ada kertas bertuliskan, "JAGALAH UCAPANMU, APABILA ANDA INGIN MENJAGA KELUARGAMU, MULUTMU HARIMAUMU".
Kertas itu dibungkus plastik dan diikatkan pada bangkai ayam.
Teror itu diduga kuat diterima Iqbal lantaran ia kerap mengunggah soal banjir di Sumatra dan respons pemerintah dalam menanganinya.
"Sulit untuk tak mengaitkan kiriman bangkai ayam ini dengan upaya pembungkaman terhadap orang-orang yang gencar menyampaikan kritik atas situasi Indonesia saat ini."
Baca juga: Menilik Lahan HTI Prabowo di Aceh, Jadi Sorotan di Tengah Banjir, Pernah Disinggung Jokowi
"Kami menilai ini teror yang terjadi sistematis terhadap orang-orang yang belakangan banyak mengkritik pemerintah ihwal penanganan bencana Sumatra," urai Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, dikutip dari laman resmi Greenpeace, Rabu (31/12/2025).
Profil Iqbal Damanik
Iqbal Damanik merupakan lulusan Sarjana Komunikasi Universitas Sumatra Utara (USU) tahun 2012.
Selama berkuliah di USU, Iqbal pernah menjadi Koordinator untuk Pusat Penelitian Hubungan Antar Kelompok dan Resolusi Konflik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU.
Tujuh tahun setelah lulus dari USU, Iqbal melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Indonesia (UI) dan meraih gelar Magister di bidang Ilmu Politik dan Pemerintahan pada 2021.
Dikutip dari akun LinkedIn-nya, karier Iqbal dimulai sebagai Peneliti untuk Pengawas Otonomi Regional pada Mei 2013 sampai April 2016.
Pada Januari-Desember 2016, ia menjadi Asisten Peneliti untuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Article 33 Indonesia.
Setelahnya, Iqbal sempat bergabung sebagai Direktur Tambang dan Energi untuk Auriga Nusantara pada Februari 2017-Februari 2021.
Keluar dari Auriga Nusantara, Iqbal bergabung dengan Greenpeace pada Maret 2021, sebagai Aktivis Hutan.
Pada Agustus 2024, ia diangkat menjadi Aktivis Hutan Senior sampai Juli 2025.
Baca tanpa iklan