Menkes: RS dan Puskesmas Kekurangan Kasur hingga Air Bersih Pascabencana di Sumatra
Kasur hingga air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi RS dan puskesmas setelah bencana di Pulau Sumatra.
Penulis: Rina A.P.R
Editor: Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Kasur hingga air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi RS dan puskesmas setelah bencana di Pulau Sumatra.
- Banjir di Sumatra berdampak signifikan pada 87 RS dan 867 puskesmas.
- Dari 180 puskesmas yang terendam, baru sekitar 80 puskesmas yang mendapatkan bantuan air bersih.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyebut kasur hingga air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi rumah sakit (RS) dan puskesmas setelah bencana di Pulau Sumatra.
Hal itu disampaikan Menkes saat bertemu dengan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla di Jakarta Utara, Jumat (2/1/2026).
"Nomor satu, saya butuh bantuan kasur. Kasur. Karena masing-masing rumah sakit, ini rumah sakit besar," ujar dia.
Pihaknya terbuka menerima bantuan dengan jumlah yang dibutuhkan sekitar 1.000-1.500-an matras untuk RS yang terdampak.
Selain itu, meja dan kursi juga dibutuhkan untuk penunjang pelayanan kesehatan baik di RS dan puskesmas.
Setiap rumah sakit membutuhkan sekitar 200–300 unit kursi dan meja agar pelayanan dapat berjalan normal kembali.
Tidak kalah penting juga, mantan Dirut Bank Mandiri ini menyebut perangkat komputer jadi kebutuhan mendesak.
"Kalau mobil masih bisa diservis, komputer tidak bisa. Karena ini elektronik, semuanya rusak,” katanya.
Setiap RS besar setidaknya membutuhkan perangkat komputer sekitar 100 sampai 150 buah.
"Jadi kira-kira kami memerlukan 1.000 sampai 1.500an komputer untuk RS bisa beroperasi seperti biasa," tegas dia.
Sementara itu, alat kesehatan modern dan canggih sudah jadi kewajiban Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) yang menyediakan.
Baca juga: BNPB Sebut Aktivitas Ekonomi di Daerah Terdampak Bencana Aceh Mulai Membaik
"Alat kesehatan dari kami Kemenkes. Tapi kalau teman-teman mau bantu yang gampang-gampang saja seperti list tadi," ungkapnya.
Menkes menegaskan air bersih adalah kebutuhan mutlak bagi puskesmas yang terdampak.
Dari 180 puskesmas yang terendam, baru sekitar 80 puskesmas yang mendapatkan bantuan air bersih, terdiri dari 50 bantuan dari sektor swasta dan 30 dari pemerintah.
Dengan demikian, masih terdapat sekitar 100–130 puskesmas yang belum memiliki akses air bersih.
Sumber: Tribunnews.com
Artikel ini merupakan bagian dari Lestari KG Media, sebuah inisiatif untuk akselerasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Selengkapnya
A member of
Follow our mission at sustainabilityimpactconsortium.asia
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.