Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Update Bencana Sumatra, Total Korban Meninggal 1.167 Jiwa, Progres Layanan Kesehatan hingga Huntara

BNPB mencatat jumlah korban meninggal mencapai 1.167 orang per Sabtu (3/1/2026), lalu sebanyak 165 orang masih hilang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Update Bencana Sumatra, Total Korban Meninggal 1.167 Jiwa, Progres Layanan Kesehatan hingga Huntara
BNPB
BANJIR SUMATRA - Sejumlah anggota TNI dan pekerja melakukan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban banjir dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu (28/12/2025). BNPB mencatat, jumlah korban meninggal mencapai 1.167 orang per Sabtu (3/1/2026), lalu sebanyak 165 orang masih hilang. 

Abdul Mu'ti dijadwalkan memimpin pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak. 

Oleh sebab itu, Abdul Muhari mengatakan, upaya pembersihan kawasan terus dilakukan. 

"Beberapa titik sudah bersih da ini terus dikebut proses pembersihan baik sekolah umum maupun madrasah," ungkap Aam, panggilan akrabnya.

Baca juga: BNPB Pastikan Akses Jalan Nasional Terdampak Banjir di Sumatra Pulih 100 Persen

Layanan Kesehatan 

BNPB juga memastikan, layanan kesehatan tetap berjalan di wilayah terdampak bencana. 

Aam menyebut, seluruh rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah terdampak kembali beroperasi. 

“Tetapi perpanjangan dari RSUD ini, puskesmas-puskesmas masih ada yang beroperasi terbatas, masih dalam proses pembersihan dan seterusnya,” lanjutnya.  

Sehingga, titik titik pelayanan yang diharapkan bisa menjangkau masyarakat dijalankan melalui tenda dan lainnya.

Pemenuhan Air Bersih

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam kesempatan tersebut, Aam menjelaskan, pemenuhan sumber air bersih terus dilakukan di beberapa titik. Tidak hanya di aceh, namun juga Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

"Selain dengan sumur bor juga dengan distribusi air bersih menggunakan mobil penjernih air dari TNI AD, BNPB, BRIN, dan relawan, ini semua kita optimalkan agar titik yang jaringan PDAM belum optimal 100 persen, kebutuhan air bersih masyarakat bisa terpenuh," tutur Aam.

Pembangunan Huntara

Disampaikan Aam, saat ini rumah hunian sementara (Huntara) yang sedang dibangun sebanyak 106 unit.

Menurutnya, ada dua skema pembangunan skema. Satu di antaranya pembangunan huntara dalam satu kawasan terpadu yang dikerjakan bersama TNI, Polri, Danantara hingga pemerintah.

"Ada beberapa skema, ada yang satu komplek kawasan (sedang disiapkan), bersama Danantara, TNI, Polri, masyarakat, ada juga yang in-Situ."

In-Situ, maksudnya sebagian besar dibangun warga pemilik sendiri dengan kriteria sama seperti yang dibangun dengan pemerintah pusat.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menargetkan pembangunan huntara di Gampong Bundar, Kabupaten Aceh Tamiang, rampung awal Januari 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, Huntara dibangun agar masyarakat terdampak bencana banjir dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas