BNPB Sebut Sudah Tak Ada Daerah dengan Status Tanggap Darurat di Sumut
BNPB mengungkapkan bahwa sudah tak ada daerah terdampak bencana di Sumatra Utara (Sumut) yang berstatus tanggap darurat.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Jumlah korban hilang diketahui berkurang 17 orang sehingga kini total korban hilang masih ada 148 orang.
Dengan rincian, 31 orang di Aceh, 43 orang di Sumut, dan 74 orang di Sumbar.
Jumlah pengungsi juga menurun, kini total ada sebanyak 242.174 orang.
Terbanyak di Aceh, yakni ada 217.780 orang, disusul Sumut sebanyak 13.540 orang, dan Sumbar 10.854 orang.
Distribusi Bantuan Lewat Udara
Memasuki hari ke-40 pascabencana, pemerintah mulai memfokuskan distribusi logistik bantuan menggunakan helikopter dan pesawat untuk warga terdampak bencana di Sumatra.
Abdul Muhari menjelaskan hal itu dilakukan karena distribusi logistik ke posko di tingkat kabupaten/kota sudah mulai dilakukan melalui darat.
"Untuk distribusi logistik via udara, saat ini kita fokus hanya untuk titik-titik pengungsian yang lokasinya memang tidak memungkinkan dijangkau dari posko kabupaten atau kecamatan," ujar Abdul.
"Dorongan logistik untuk posko di pusat pemerintahan kabupaten/kota mulai kita dorong melalui darat, sedangkan helikopter dioptimalkan untuk titik yang jauh," lanjut dia.
Berdasarkan data yang dipaparkannya, tercatat sebanyak 1.624,89 ton (99,97 persen) logistik telah didistribusikan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar sejak 29 November 2025 hingga 3 Januari 2026.
Ribuan ton logistik tersebut didistribusikan melalui jalur darat, laut, dan udara.
Sedangkan pada Sabtu (3/1/2026) kemarin, BNPB mencatat total sebanyak 31,1 ton logistik telah didistribusikan ke Aceh via udara (16,1 ton) dan via darat (15 ton).
Kemudian, sebanyak total 23,98 ton ke Sumatra Utara via udara (11,14 ton) dan via darat (12,84 ton).
Lalu sebanyak total 4,47 ton via jalur darat ke Kabupaten Agam Sumatra Barat.
"Dalam dua minggu terakhir semuanya (dikirim ke Sumatra Barat) menggunakan jalur darat karena lebih efektif dan tonase bisa lebih besar," ujar Abdul Muhari.
(Tribunnews.com/Deni/Gita/Rifqah)
Baca tanpa iklan