Presiden RI: Ada yang Teriak-Teriak Prabowo Ingin Hidupkan Militerisme, Apa Benar?
Presiden RI Prabowo Subianto mendengar bahwa ada pihak yang mengatakan dirinya kembali menghidupkan militerisme.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto mendengar bahwa ada pihak yang mengatakan dirinya kembali menghidupkan militerisme.
- Prabowo kemudian meminta pakar untuk mengkaji kepemimpinannya.
- Ia juga menilai kritik sebagai sesuatu yang positif karena merupakan bentuk perlindungan.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto mendengar bahwa ada pihak yang mengatakan dirinya kembali menghidupkan militerisme sehingga meminta pakar untuk mengkaji kepemimpinannya.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam puncak Perayaan Natal 2025 yang digelar di Tenis Indoor Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2025).
"Kritik-koreksi adalah menyelamatkan. Jadi saya terima kasih, kalau ada yang teriak-teriak Prabowo ini mau hidupkan lagi militerisme. Oh, baru saya koreksi apa benar. Oke baru kita lihat. Panggil ahli hukum, panggil di mana, ya kan? Mana batas kepemimpinan yang terlalu otoriter," ujarnya.
Prabowo menilai kritik sebagai sesuatu yang positif karena merupakan bentuk perlindungan.
"Jadi yang kita harus waspadai sekarang kalau kritik malah kita harus bersyukur. Kalau saya dikoreksi saya menganggap bahwa saya dibantu, saya diamankan."
"Kadang-kadang kita tidak suka dikritik, kita tidak suka dikoreksi, tapi sesungguhnya itu mengamankan. Iya kan?" ungkapnya.
Ketua Umum Partai Gerindra ini memberikan contoh dari kritik yang melindungi, seperti diingatkan jika ada kancing baju yang tidak terpasang.
"Kemudian anak buah kita lari, Pak. Seragam Bapak, Pak. Bapak kancingnya loh. Ini anak buah kok berani koreksi? Tapi dia koreksi untuk mengamankan saya. Bayangkan presiden muncul kancingnya tidak (terpasang)," tuturnya.
Prabowo mengaku bahwa dirinya terkadang merasa dongkol karena ajudannya sangat cerewet.
"Tapi dia menjaga saya. Dia menjaga saya. Berapa kali saya diselamatkan? Iya kan?" ucapnya.
Sampaikan Permohonan Maaf
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama ini terdapat perkataan atau sikapnya yang menyinggung perasaan pihak tertentu.
Baca juga: Prabowo: Kritik kepada Saya Itu Mengamankan dan Menyelamatkan
“Sebagai penutup, saya pribadi sebagai Prabowo Subianto dan sebagai Presiden Republik Indonesia, kalau ada kata-kata saya yang salah atau menyinggung perasaan siapa pun, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, niat dirinya bersama jajaran pemerintah semata-mata untuk bekerja demi kepentingan rakyat Indonesia, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan.
“Niat saya dan niat pembantu-pembantu saya tidak ada lain. Kami bekerja keras untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” ucapnya.
Ia juga menyinggung upaya pemerintah dalam mengurangi penderitaan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana.
“Kami bekerja keras mengurangi penderitaan dan kesulitan rakyat kita, apalagi sekarang di daerah-daerah bencana,” lanjut Prabowo.
Baca tanpa iklan