Prabowo: Bangsa Indonesia Sekarang Sudah Swasembada Beras
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini bangsa Indonesia sudah swasembada beras. Tahun 2025, Indonesia tidak impor beras lagi.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini bangsa Indonesia sudah swasembada beras.
- Dengan tidak mengimpor beras, banyak negara lain yang berterima kasih dengan Indonesia.
- Pasalnya, harga beras dunia jadi turun.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Prabowo Subianto mengatakan, saat ini bangsa Indonesia sudah swasembada beras.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam puncak Perayaan Natal 2025 yang digelar di Tenis Indoor Kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (5/1/2025).
"Di perayaan Natal ini, saya dengan bangga hari ini saya bisa menyampaikan begitu lewat 31 Desember 2025 bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras. Tahun 2025 kita tidak impor beras sama sekali," ujar Prabowo.
Ketua Umum Partai Gerindra ini mengatakan bahwa dengan tidak mengimpor beras, banyak negara lain yang berterima kasih dengan Indonesia. Pasalnya, harga beras dunia jadi turun.
"Dan kita bantu tidak hanya bangsa Indonesia, kita membantu dunia. Kenapa? Dengan kita tidak impor beras, harga beras dunia turun. Turun ratusan dolar turunnya. Jadi banyak negara berterima kasih sama kita," tuturnya.
Prabowo bercerita, sudah puluhan tahun dirinya selalu berbicara bahwa Indonesia harus swasembada pangan.
Sejak masih menjadi kader Partai Golkar, pendiriannya tak pernah berubah.
"Saya tidak berubah, waktu saya kampanye (pilpres) terakhir swasembada pangan yang pertama."
"Dan begitu saya jadi presiden itu fokus saya dan saya beri saya beri target kepada tim saya kita harus swembada beras 4 tahun. Itu target saya 4 tahun," ungkapnya.
Dari target empat tahun itu, Indonesia bisa swasembada pangan dalam waktu hanya satu tahun.
Baca juga: Presiden RI: Ada yang Teriak-Teriak Prabowo Ingin Hidupkan Militerisme, Apa Benar?
"Target empat tahun kita bisa capek dalam waktu satu tahun," ucap Prabowo.
Sampaikan Permohonan Maaf
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama ini terdapat perkataan atau sikapnya yang menyinggung perasaan pihak tertentu.
“Sebagai penutup, saya pribadi sebagai Prabowo Subianto dan sebagai Presiden Republik Indonesia, kalau ada kata-kata saya yang salah atau menyinggung perasaan siapa pun, saya mohon maaf sebesar-besarnya,” ujarnya.
Prabowo menegaskan, niat dirinya bersama jajaran pemerintah semata-mata untuk bekerja demi kepentingan rakyat Indonesia, khususnya dalam mengentaskan kemiskinan.
“Niat saya dan niat pembantu-pembantu saya tidak ada lain. Kami bekerja keras untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia,” ucapnya.
Ia juga menyinggung upaya pemerintah dalam mengurangi penderitaan masyarakat, terutama di daerah-daerah yang terdampak bencana.
“Kami bekerja keras mengurangi penderitaan dan kesulitan rakyat kita, apalagi sekarang di daerah-daerah bencana,” lanjut Prabowo.
Prabowo menyatakan optimistis bahwa kebijakan pemerintah saat ini berada di jalur yang benar.
“Percayalah, itulah niat kami. Kami sangat optimis dan percaya bahwa kami berada di jalan yang benar, di atas kebenaran dan keadilan, semata-mata untuk kebaikan seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat negara, di antaranya Wamenkokumham Imipas Otto Hasibuan, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Mensos Saifullah Yusuf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri PKP Maruarar Sirait, serta Wamenag Romo Syafi’i.
Hadir pula Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan, Utusan Khusus Presiden untuk Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak.
(Tribunnews.com/Deni/Igman)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.