Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Prabowo Evaluasi Kabinet Saat Retret, Pengamat: Sinyal Ada Reshuffle dalam Waktu Dekat

Hendri Satrio menilai retret kedua Kabinet Merah Putih fokus pada evaluasi kabinet dan pengujian soliditas koalisi untuk menyambut 2026.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Prabowo Evaluasi Kabinet Saat Retret, Pengamat: Sinyal Ada Reshuffle dalam Waktu Dekat
BPMI Setpres/Cahyo
EVALUASI KABINET - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan Taklimat Awal Tahun kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Evaluasi kabinet dan konsolidasi menyambut 2026.
  • Sinyal penguatan internal dan potensi reshuffle.
  • Retret sebagai forum arah strategis pemerintah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis komunikasi politik Hendri Satrio atau Hensa menilai retret kedua Kabinet Merah Putih memiliki dua tujuan utama yakni fokus pada evaluasi kabinet dan pengujian soliditas koalisi untuk menyambut 2026.

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto kembali menggelar retret Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor.

Ini merupakan retret kedua kalinya setelah sebelumnya Prabowo memimpin retret di Akademi Militer Magelang, usai para menteri baru saja dilantik.

"Ada dua menurut saya. Yang pertama, memang untuk melakukan evaluasi kabinet, terutama di tahun baru, yaitu sekaligus menguji loyalitas kabinet juga. Tapi yang terpenting adalah bagaimana Pak Prabowo mengkonsolidasi kabinetnya lagi, untuk menyambut 2026, karena di tahun ini bukan tahun yang mudah juga," ujar Hensa kepada awak media, Rabu (7/1/2026).

Lebih lanjut, Hensa juga menyoroti pidato Prabowo yang menyebut ejekan sebagai penghargaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menilai bahwa pendekatan tersebut perlu dikaji ulang agar masukan kritis masyarakat dapat menjadi bahan perbaikan.

"Memang tergelitik kita bahwa dianggapnya ejekan itu adalah sebuah penghargaan, padahal belum tentu bahwa masukan kritis dari masyarakat seharusnya diterima sebagai masukan untuk memperbaiki, bukan dimaksudkan mengejek," kata Hensa.

Salah satu momen yang menjadi sorotan dalam momen retret tersebut juga kata dia soal pernyataan Prabowo yang berguyon bahwa PKB harus terus diawasi.

Kata Hendri Satrio, guyonan tersebut merupakan hal yang wajar dilontarkan oleh seorang Presiden dan justru bertujuan memperkuat konsolidasi internal kabinet.

"Saya rasa ya itu pertanyaan guyonan yang wajar ya. Tapi kalau ditanya kemudian apakah loyalitas kabinet Pak Prabowo terjaga, saya rasa ini baru masuk ke tahun ke-2 atau ke-3 awal ya, saya rasa belum ada yang berani mbahlelo," jelasnya.

"Tapi yang jelas menurut saya itu guyonan berbentuk kelakar yang sebetulnya justru memperkuat kabinetnya Pak Prabowo itu sendiri," sambungnya.

Meski demikian, Hensa berpandangan kalau retret kali ini turut menjadi sinyal pra-reshuffle.

Sebab kata dia, dalam momen retret Hambalang tersebut Prabowo ingin mendapatkan gambaran langsung mengenai kekompakan dan loyalitas para menterinya di tengah berbagai kritik akhir-akhir ini.

"Justru saya melihatnya bahwa retret ini adalah pra-reshuffle kabinet, dan nampaknya juga Presiden ingin sekali mendapatkan gambaran kekompakan dari para kabinetnya dan loyalitas dari kabinetnya sendiri," kata Hensa.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas