Senyum 6 Nelayan NTT, Bisa Pulang Setelah Sepekan Terdampar di Perairan Timor Leste
Enam nelayan Indonesia yang sempat terdampar di perairan Timor Leste karena kapal mengalami kerusakan mesin dipulangkan ke tanah air.
Penulis:
Gita Irawan
Editor:
Adi Suhendi
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Enam nelayan Indonesia yang sempat terdampar di perairan Timor Leste karena kapal mengalami kerusakan mesin dipulangkan ke tanah air.
Enam nelayan itu terdiri dari satu nahkoda yakni Erfan Agus dan lima ABK yaitu Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali.
Dalam foto yang diterima, mereka tampak tersenyum sambil memegang paspor.
Bakamla RI melalui Stasiun Bakamla Kupang turut memfasilitasi proses pemulangan enam ABK KM Triasmo Sejahtera tersebut.
Serah terima dilaksanakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Nusa Tenggara Timur pada Rabu (7/1/2026).
Baca juga: Nelayan Perempuan Asal Papua Barat dan Maluku Tenggara Kembangkan Produk Olahan Ikan Bernilai Tambah
Kepala Stasiun Bakamla Kupang Mayor Bakamla Yeanry M Olang menerima keenam ABK dari KBRI Dili melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima.
Kegiatan itu juga disaksikan Kepala PLBN Motaain Atambua, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT wilayah Kabupaten TTS, TTU, Belu dan Malaka, serta unsur Imigrasi dan instansi terkait lainnya
Setelah proses serah terima di PLBN Motaain, mereka dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
Baca juga: KKP Prioritaskan Perizinan Nelayan di Daerah Bencana, Diharapkan Percepat Pemulihan Ekonomi
Minister Counsellor KBRI Dili Nugroho Yuwono Aribhino menjelaskan pada 3 Januari 2026 pihaknya menerima laporan dari Otoritas Petroleum Nasional Timor Leste (ANP) terkait enam nelayan WNI yang terdampar di kawasan eksplorasi migas Bayu Undan, Timor Gap.
Mereka mengalami kerusakan mesin kapal saat perjalanan kembali melaut sehingga terombang-ambing di laut selama beberapa hari dengan keterbatasan logistik.
Setelah melihat anjungan migas Bayu Undan, mereka lalu memberikan sinyal darurat dan berhasil dievakuasi oleh kapal MMA Coral milik perusahaan migas Santos.
Kapal mereka yang sempat ditarik kemudian tenggelam akibat cuaca buruk.
Selanjutnya, mereka dibawa ke Dili dan ditampung di shelter KBRI Dili.
Di sana, seluruh kebutuhan dasar, kesehatan, dan administrasi pemulangan difasilitasi secara penuh oleh KBRI.
Mayor Bakamla Yeanry M Olang menyampaikan Stasiun Bakamla Kupang telah menerima laporan kehilangan kontak KM Triasmo Sejahtera sejak 29 Desember 2025.
Baca tanpa iklan