Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pengamat ISSES: Isu Alihmatra Rizki Juniansyah Bukan Anomali, Tapi Tak Boleh Dipermudah

Isu alihmatra atlet angkat besi yang direkrut menjadi perwira TNI Rizki Juniansyah dari TNI Angkatan Laut menjadi TNI Angkatan Darat.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Gita Irawan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Pengamat ISSES: Isu Alihmatra Rizki Juniansyah Bukan Anomali, Tapi Tak Boleh Dipermudah
Tribunnews/Jeprima
KENAIKAN PANGKAT - Atlet angkat besi Rizki Juniansyah berfoto usai menerima bonus SEA Games 2025 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (8/1/2026). Rizki Juniansyah berhasil memecahkan rekor dunia di gelaran SEA Games 2025. Selain menerima bonus dari pemerintah dia juga menerima kenaikan pangkat dua tingkat menjadi Kapten. Tribunnews/Jeprima 
Ringkasan Berita:
  • Isu alih matra Rizki Juniansyah mencuat ke publik setelah beredar perbedaan penampilan dan pernyataannya, di mana ia dilantik sebagai perwira TNI AL namun mengaku dipindahkan ke TNI AD.
  • Pengamat militer menilai informasi tersebut perlu disikapi hati-hati, karena tidak ada aturan eksplisit yang secara khusus mengatur mekanisme pindah matra di TNI.
  • Fleksibilitas organisasi militer bukan hal baru.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu alihmatra atlet angkat besi (lifter) yang direkrut menjadi perwira TNI Rizki Juniansyah dari TNI Angkatan Laut menjadi TNI Angkatan Darat mencuat ke publik.

Dalam berbagai video beredar, Rizki mengenakan Pakaian Dinas Upacara (PDU) perwira Angkatan Laut saat dilantik menjadi perwira TNI pada Kamis (27/11/2025) lalu.

Namun, dalam potongan video wawancaranya di kanal Youtube Sekretariat Presiden bertajuk Kisah Bangga dan Harapan Atlet SEA Games saat Terima Apresiasi Presiden Prabowo yang diunggah pada 8 Januari 2026 lalu, Rizki mengaku dipindahkan dari TNI Angkatan Laut ke TNI Angkatan Darat.

Terkait hal itu, Tribunnews.com pun telah mendapatkan konfirmasi dari pejabat di lingkungan TNI pada Sabtu (10/1/2026).

Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISSES) Khairul Fahmi mencatat informasi yang beredar perlu disikapi dengan kehati-hatian mengingat sejauh ini memang belum ada penjelasan resmi dari Markas Besar TNI tentang status Rizki Juniansyah

​Secara normatif, menurutnya memang tidak ada aturan eksplisit dalam Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah (PP) yang secara khusus mengatur mekanisme pindah matra di tubuh TNI. 

Rekomendasi Untuk Anda

"Namun, ketiadaan aturan eksplisit itu tidak otomatis berarti hal tersebut dilarang, sepanjang berbasis pada kebutuhan organisasi yang jelas," kata Fahmi saat dihubungi Tribunnews.com pada Minggu (11/1/2026).

"​Dalam praktik militer secara global, penugasan lintas matra hingga alihmatra lazimnya memang dimungkinkan, terutama untuk kepentingan pembentukan atau penguatan kemampuan tertentu," imbuhnya.

Menurut dia organisasi militer selalu dituntut adaptif dan fleksibel; tidak terbelenggu oleh administrasi birokrasi yang terlalu kaku selama keputusan diambil secara institusional, profesional dan akuntabel.

Fahmi mencatat ​dalam sejarah TNI khususnya pada fase awal pembentukan pasukan elit Kopaska TNI AL menjelang Operasi Trikora, ada kisah tentang sejumlah personel RPKAD (TNI AD) yang ikut menempuh pendidikan pasukan katak bersama sejumlah personel TNI AL terpilih lainnya. 

Namun ia tidak mengetahui apakah mereka seluruhnya kemudian alihmatra secara permanen atau akhirnya kembali ke satuan asal.

Alasannya, hal  itu tidak terdokumentasi secara terbuka sehingga sulit diverifikasi. 

Namun Fahmi menegaskan, meski konteks administrasinya berbeda, cerita itu telah menggambarkan bahwa fleksibilitas demi kapabilitas bukanlah hal baru.

"​Karena itu, isu alihmatra ini tidak bisa serta merta dipandang sebagai anomali. Tetapi juga tidak boleh dipermudah begitu saja," ungkap Fahmi.

"Harus ada tata kelola yang jelas, dasar kebutuhan organisasi yang kuat, serta keputusan yang akuntabel, supaya tidak menimbulkan persoalan profesionalisme maupun preseden yang keliru di kemudian hari," pungkasnya.

Diketahui, prestasi Rizki Juniansyah di SEA Games 2025 lah yang membuatnya bisa naik pangkat dua tingkat.

Ia berhasil meraih medali emas saat SEA Games 2025 dan memecahkan rekor dunia.

Hebatnya, Rizki memecahkan dua rekor dunia sekaligus saat angkatan clean and jerk seberat 205 kilogram, serta angkatan total seberat 365 kilogram.

Rekor yang diperoleh Rizki itu memecahkan rekornya sendiri saat mengikuti International Weightlifting Federation (IWF) di Forde, Norwegia, pada 7 Oktober 2025.

Dalam ajang tersebut, Rizki memecahkan rekor dunia dengan angkatan clean and jerk 204 kilogram, serta total angkatan 361 kilogram.

Baca juga: Lifter Rizki Juniansyah Dihadiahi Prabowo Kenaikan Pangkat 2 Tingkat, dari Letda Langsung ke Kapten

Selain kenaikan pangkat, Rizki juga diganjar bonus Rp1 miliar atas prestasinya di SEA Games 2025.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas