Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kisah Lengkap Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Turunnya Perintah Salat

Kisah lengkap perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha dan perintah salat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Endra Kurniawan
zoom-in Kisah Lengkap Perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dan Turunnya Perintah Salat
Surya/Ahmad Zaimul Haq
BERDOA - Jemaah berdoa di depan Ka'bah Masjidil Haram, Mekah, Kamis (18/12/2025). Kisah lengkap perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, dari Masjidil Haram hingga Sidratul Muntaha dan perintah salat. 
Ringkasan Berita:
  • Isra Miraj diperingati setiap 27 Rajab dan pada 2026 jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, sebagai peristiwa agung perjalanan malam Nabi Muhammad SAW atas kehendak Allah SWT.
  • Dalam Isra Miraj, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha lalu Mi’raj ke Sidratul Muntaha.
  • Puncak Isra Miraj adalah diterimanya perintah salat lima waktu bagi umat Islam, yang menjadi tiang agama dan sarana utama menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT.

 

TRIBUNNEWS.COM - Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW diperingati umat Islam setiap tanggal 27 Rajab dalam kalender Hijriah. 

Pada tahun ini, Isra Miraj jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriah. 

Momentum ini menjadi pengingat akan salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam, ketika Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan luar biasa dalam satu malam atas kehendak Allah SWT, sekaligus menerima perintah salat lima waktu bagi umat Islam.

Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu kejadian paling agung dalam sejarah Islam. 

Dalam satu malam, Allah SWT memberikan keistimewaan luar biasa kepada Nabi Muhammad SAW untuk menempuh perjalanan spiritual yang melampaui batas ruang dan waktu. 

Peristiwa ini tidak hanya menjadi bukti kekuasaan Allah SWT, tetapi juga membawa amanah besar bagi umat Islam, yakni perintah salat lima waktu.

Rekomendasi Untuk Anda

Isra Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril, dimulai dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, lalu dilanjutkan naik ke Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. 

Peristiwa ini ditegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Isra ayat 1, yang menyebutkan bahwa Allah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam untuk memperlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya.

Para ulama sepakat bahwa Isra Miraj bukanlah mimpi, melainkan perjalanan nyata yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam keadaan sadar. 

Berikut Tribunnews.com sajikan kisah lengkap perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW dirangkum kemenag.go.id dan baznas.go.id, Senin (12/1/2026):

Mengendarai Buraq

Rasulullah SAW memulai melakukan perjalanan ini dengan mengendarai Buraq, makhluk tunggangan istimewa yang bergerak sangat cepat.

Dalam perjalanan Isra dari Makkah ke Masjidil Aqsha, Nabi Muhammad SAW singgah di beberapa tempat penting dan melaksanakan salat dua rakaat. 

Baca juga: Amalan Sambut Isra Miraj 2026: Bacaan Dzikir yang Diajarkan Nabi Ibrahim kepada Nabi Muhammad SAW

Tempat-tempat tersebut memiliki makna historis dalam perjalanan para nabi sebelumnya. 

Rasulullah SAW singgah di Madinah, yang kelak menjadi tempat hijrah beliau, kemudian di Madyan, tempat Nabi Musa AS pernah berlindung. Nabi juga singgah di Thur Sina, tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT, serta di Baitul Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa AS, sebelum akhirnya tiba di Masjidil Aqsha.

Setibanya di Masjidil Aqsha, Nabi Muhammad SAW melaksanakan salat berjamaah dan menjadi imam bagi para nabi terdahulu. 

Peristiwa ini menegaskan kedudukan Nabi Muhammad SAW sebagai penutup para nabi dan pemimpin umat manusia.

Setelah itu, perjalanan Mi’raj dimulai. 

Nabi Muhammad SAW bersama Malaikat Jibril naik menembus tujuh lapis langit. 

Di setiap lapisan langit, Rasulullah SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. 

Di langit pertama, beliau bertemu Nabi Adam AS. 

Di langit kedua, bertemu Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS. 

Di langit ketiga, bertemu Nabi Yusuf AS. 

Di langit keempat, bertemu Nabi Idris AS. 

Di langit kelima, bertemu Nabi Harun AS. 

Di langit keenam, bertemu Nabi Musa AS. 

Dan di langit ketujuh, bertemu Nabi Ibrahim AS.

Setelah melewati tujuh lapis langit, Nabi Muhammad SAW tiba di Sidratul Muntaha, tempat yang menjadi batas akhir pengetahuan makhluk. 

Rasulullah SAW juga mengunjungi Baitul Makmur, rumah ibadah para malaikat yang setiap harinya dimasuki oleh 70 ribu malaikat untuk bertawaf dan tidak kembali lagi.

Dalam perjalanan ini, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada pilihan minuman, yaitu arak, madu, dan susu. 

Rasulullah SAW memilih susu, yang kemudian dijelaskan oleh Malaikat Jibril sebagai simbol kemurnian dan fitrah, yang menjadi ciri umat Islam.

Terima Perintah Salat

Pada puncak perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW menerima perintah salat langsung dari Allah SWT. 

Awalnya, salat diwajibkan sebanyak 50 kali dalam sehari semalam. Namun atas saran Nabi Musa AS dan permohonan Nabi Muhammad SAW, jumlah tersebut diringankan hingga menjadi lima waktu, dengan pahala tetap setara lima puluh.

Keesokan harinya, Nabi Muhammad SAW menyampaikan peristiwa Isra Miraj kepada kaum Quraisy. 

Sebagian besar dari mereka mengingkari dan menganggap kisah tersebut mustahil. 

Bahkan, ada yang kembali murtad karena tidak percaya. 

Namun, Abu Bakar Ash-Shiddiq dengan tegas membenarkan peristiwa tersebut. 

Sikap inilah yang membuat Abu Bakar mendapat gelar Ash-Shiddiq, orang yang sangat membenarkan kebenaran.

Peristiwa Isra Miraj menjadi pengingat mendalam bagi umat Islam tentang pentingnya salat sebagai tiang agama. 

Salat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi sarana untuk menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT, menumbuhkan ketenangan batin, dan memperkuat keimanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

(Tribunnews.com/Widya)

Sesuai Minatmu
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas