Prabowo Ingin Indonesia Contoh Jepang-Korea: Tidak Punya Sumber Daya, tapi Kuat
Presiden RI Prabowo Subianto ingin Indonesia mencontoh Jepang dan Korea yang memiliki nasionalisme kuat.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Endra Kurniawan
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto ingin Indonesia mencontoh Jepang dan Korea yang memiliki nasionalisme kuat.
- Ia menyebut, para pekerja di Korea dan Jepang berdiri ketika lagu kebangsaan dikumandangkan.
- Prabowo pun meminta semangat nasionalisme ini ditiru oleh jajaran Pertamina, terutama para pemimpinnya.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto ingin Indonesia mencontoh Jepang dan Korea yang memiliki nasionalisme kuat.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan kilang terintegrasi Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026).
"Kita harus contoh Jepang-Korea, bangsa yang tidak punya sumber daya seperti kita, tapi kuat. Nasionalismenya kuat," ujar Prabowo.
Ia menyebut, para pekerja di Korea dan Jepang berdiri ketika lagu kebangsaan dikumandangkan.
Prabowo pun meminta semangat nasionalisme ini ditiru oleh jajaran Pertamina, terutama para pemimpinnya.
"Kalau tidak salah, semua perusahaan di Korea, di Jepang ada saatnya mereka semua berdiri lagu kebangsaan dikumandangkan. Semangat nasionalis, semangat patriotik, cinta tanah air ini yang harus mendorong semua jajaran Pertamina, terutama yang paling atas," tuturnya.
Prabowo menegaskan bahwa seorang pemimpin itu harus memberikan contoh yang baik kepada yang lain.
"Karena kita mengerti sifat manusia yang menentukan adalah para pemimpin. Jadi pemimpin itu harus ing ngarsa sung tuladha, memberi contoh. Kalau pemimpinnya maling, anak buahnya tidak semangat," jelasnya.
Pesan Prabowo kepada Dirut Pertamina
Prabowo juga berpesan kepada Direktur Utama (Dirut) Pertamina Simon Aloysius Mantiri agar tidak korupsi.
Awalnya, Prabowo menceritakan tekadnya untuk membersihkan Pertamina sejak awal menjabat sebagai Presiden RI.
Oleh karena itu, dirinya menunjuk Simon menjadi Dirut Pertamina.
Baca juga: Prabowo Singgung Darurat Sampah Kota: Sudah Menumpuk Luar Biasa, Bisa Jadi Bencana
"Waktu saya menjadi presiden, saya bertekad untuk membersihkan Pertamina. Saya angkat Simon Aloysius dengan beberapa anak muda dan saya beri tugas jangan korupsi," ujar Prabowo.
Ia menyebut bahwa posisi Dirut Pertamina sangat strategis dan bertanggung jawab atas perusahaan yang bernilai 100 miliar dolar.
"Jangan kau cari kaya di atas kepercayaan ini. Direktur Utama Pertamina sangat strategis, Anda bertanggung jawab atas sebuah perusahaan 100 miliar dolar," ucapnya.
Prabowo menyatakan bahwa jajaran Direksi Pertamina akan banyak godaan, meski begitu ia meminta Simon dan jajarannya untuk tetap teguh dan tidak korupsi.
Baca tanpa iklan