Istri Gus Dur Ingatkan Pemerintah: Rakyat Bukan Musuh Negara
Pesan ini bermakna bahwa kebijakan seorang pemimpin harus bertujuan untuk mewujudkan kebaikan atau kemaslahatan dan mencegah keburukan bagi rakyat
Penulis:
Danang Triatmojo
Editor:
Muhammad Zulfikar
Bencana yang terjadi di Sumatra dinilai terjadi karena lemahnya penegakan hukum, dan eksploitasi tidak bertanggung jawab.
Selain itu, GNB juga mengkritisi wacana pemilihan kepala daerah lewat DPRD, yang dianggap sebagai ancaman demokrasi dan menihilkan partisipasi publik.
Hadir dalam konferensi pers ini, istri Gus Dur, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid; Ignatius Kardinal Suharyo; Pdt Gomar Gultom; Franz Magnis Suseno; eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin; putri Gus Dur, Alissa Wahid; Pdt Jacky Manuputty; eks Wakil Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas; Omi Komaria Nurcholish Madjid; Setyo Wibowo; dan Ery Seda.
Gerakan Nurani Bangsa (GNB) adalah forum lintas iman, budaya, dan masyarakat sipil yang lahir sebagai gerakan moral untuk menyoroti kondisi demokrasi, HAM, dan lingkungan di Indonesia.
Pada awal 2026, GNB menyampaikan Pesan Kebangsaan yang menekankan perlunya menjaga demokrasi, kebebasan sipil, dan keberlanjutan lingkungan.
Apa itu Gerakan Nurani Bangsa?
- Gerakan moral: Bukan partai politik, melainkan wadah refleksi publik.
- Lintas iman & budaya: Menghimpun tokoh agama, akademisi, aktivis, dan masyarakat sipil.
- Tujuan: Menyuarakan nurani bangsa terkait demokrasi, HAM, dan keberlanjutan.
- Momentum: Dideklarasikan awal 2026 di Gereja Katedral dan Grha Pemuda, Jakarta.
Isu yang Disoroti
- Pelemahan demokrasi: GNB menilai kebebasan sipil, supremasi sipil, dan kebebasan pers sedang terancam.
- Kualitas demokrasi: Merujuk laporan Economist Intelligence Unit (EIU) 2025, skor demokrasi Indonesia hanya 6,30 dari 10.
- Lingkungan hidup: Menekankan pentingnya pelestarian alam dan penanganan bencana.
- Pesan kebangsaan: Demokrasi harus dijaga melalui penegakan hukum dan penghormatan HAM.