Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Program Sekolah Rakyat Diperluas, Pemerintah Dorong Akses Pendidikan Inklusif

Sekolah rakyat dinilai upaya konkret pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Program Sekolah Rakyat Diperluas, Pemerintah Dorong Akses Pendidikan Inklusif
HO/IST
SEKOLAH RAKYAT - BERTEMU PRESIDEN - Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian saat bertemu Presiden Prabowo Subianto pada acara Peresmian 166 Sekolah Rakyat di 34 Provinsi, yang digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Presiden Prabowo meresmikan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi sebagai upaya memperluas akses pendidikan.
  • Program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan model pendidikan berasrama.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan rasa haru dan bangganya setelah menyaksikan capaian peserta didik Sekolah Rakyat yang dinilai mencerminkan harapan baru bagi masa depan generasi bangsa.

Program tersebut dipandang sebagai upaya konkret pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi, dalam acara yang digelar di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026).

Ia menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak terlepas dari keberanian pemerintah mengambil langkah yang tidak lazim dalam sistem pendidikan konvensional.

Menurut Prabowo, pendirian sekolah berasrama dengan fasilitas terbaik bagi anak-anak dari kelompok rentan merupakan bentuk intervensi negara untuk memutus mata rantai ketertinggalan.

Program ini dirancang untuk memberi kesempatan yang lebih adil bagi peserta didik yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Dukungan terhadap Program Sekolah Rakyat juga datang dari berbagai pihak, salah satunya Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar Agustian.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menyatakan komitmen untuk mendukung keberlanjutan program tersebut, khususnya dalam pengembangan karakter dan potensi peserta didik.

Ary Ginanjar menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung pengembangan 15.000 siswa awal Sekolah Rakyat melalui pendekatan Talent DNA ESQ.

Selain itu, Ary juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan lanjutan secara gratis kepada hingga 500.000 siswa berikutnya.

Ia menilai Program Sekolah Rakyat sejalan dengan pembangunan sumber daya manusia yang tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, moral, dan kepemimpinan.

Menurutnya, program ini mencerminkan keberpihakan negara terhadap kelompok masyarakat yang selama ini kurang terjangkau layanan pendidikan berkualitas.

Talent DNA merupakan metode pengenalan kecenderungan pola perilaku individu yang dikembangkan oleh Ary Ginanjar Agustian sejak 25 tahun lalu.

Seiring perkembangan teknologi, metode tersebut telah bertransformasi ke dalam sistem digital berbasis kecerdasan buatan untuk mendukung pemetaan potensi secara lebih komprehensif.

104 Gedung Permanen akan Dibangun

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Pemerintah akan membangun 104 gedung permanen Sekolah Rakyat mulai tahun depan. 

Pada tahun ini, Gus Ipul mengatakan Sekolah Rakyat masih berjalan di 166 titik dengan menggunakan gedung sementara.

"Tahun depan untuk sekolah permanen. Sekarang ini di 166 titik itu kan baru sekolah rintisan, gedungnya masih gedung sementara. Tapi yang akan dibangun tahun ini ada 104 gedung permanen Sekolah Rakyat di berbagai kabupaten kota," kata Gus Ipul saat menghadiri doa bersama siswa Sekolah Rakyat untuk korban bencana di Sumatra yang digelar di Kampus Unesa, Surabaya, Jawa Timur, Senin (29/12/2025).

Menurut Gus Ipul, masih terdapat sejumlah catatan yang dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini. 

"Penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ini di 166 titik itu bisa terselenggara dengan baik ya. Ada beberapa pada tahap-tahap awal yang menjadi bagian dari PR atau pekerjaan rumah kita, bisa kita perbaiki," katanya.

Gus Ipul telah meminta Ketua Tim Ahli Penyelenggara Sekolah Rakyat, Prof. Mohammad Nuh, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Sekolah Rakyat

Tim yang dipimpin Nuh akan melakukan penilaian terhadap Sekolah Rakyat

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas