PPATK Selidiki Dugaan TPPU Kasus Trading Kripto yang Jerat Timothy Ronald
PPATK mengakui tengah menyelidiki terkait dugaan TPPU dalam kasus penipuan investasi kripto yang diduga dilakukan oleh Timothy Ronald.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
Ia juga membantah narasi yang menyebut para korban hanya berani bersuara saat mengalami kerugian.
Menurutnya, seluruh laporan yang disampaikan ke polisi berbasis pada bukti-bukti konkret.
“Kami bicara berdasarkan data dan fakta, bukan asumsi atau framing,” katanya.
Lebih lanjut, Jajang menyebut pihaknya juga menduga terlapor tidak memiliki kapasitas maupun sertifikasi yang memadai, serta mempromosikan platform exchange luar negeri yang diduga tidak memiliki izin resmi di Indonesia.
Atas dasar itu, pihaknya berharap aparat penegak hukum dapat mengungkap perkara hingga tuntas.
“Ini penting untuk dibuka seterang-terangnya apakah benar kekayaannya murni dari hasil trading, atau ada aliran dana yang tidak sah,” ujar Jajang.
Kasus ini juga dinilai telah menimbulkan dampak sosial yang luas.
Banyak korban yang sampai menjual aset, terlilit utang, bahkan rumah tangganya hancur karena tergiur janji kaya instan.
Dalam beberapa kesempatan Timothy Ronald kerap menyebut kendaraan mewah McLaren yang telah dimilikinya di usia muda.
Kalimat 'McLaren lu warna apa boss?' sering kali dicetuskan oleh terlapor TR dalam konten-kontennya.
"Kalau kita investasi di kripto kita bisa kaya cepat, kita bisa instan punya McLaren, punya harta dan kekayaan, nah ini tentu menyesatkan," pungkas Jajang.
Influencer Turut Jadi Korban
Kasus ini juga disebut membuat influencer, Adam Deni, turut menjadi korban. Dia mengaku mengalami kerugian hingga Rp150 juta.
"Kalau saya mengalami kerugian Rp150 juta dari TR (Timothy Ronald)," katanya di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (13/1/2026), dikutip dari YouTube Cumi-cumi.
Namun, Adam Deni belum akan membuat laporan ke kepolisian terkait dugaan penipuan yang dialaminya dalam waktu dekat.
Dia mengaku masih ingin melihat berapa banyak korban dari penipuan investasi kripto yang diduga dilakukan Timothy Ronald.
Baca tanpa iklan