Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Purna Pekerja Migran Indonesia Bisa Manfaatkan Studio UMKM Digital untuk Wirausaha

Sebuah studio UMKM digital gratis di Kelapa Gading, Jakarta Utara, jadi salah satu upaya konkret mendorong Purna PMI beralih menjadi wirausahawan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Reza Deni
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Purna Pekerja Migran Indonesia Bisa Manfaatkan Studio UMKM Digital untuk Wirausaha
Istimewa
PURNA PMI - Suasana Kementerian PPMI dan pihak Naremax saat meninjau Studio UMKM Digital di Kelapa Gading. Studio ini disebut bukan sekadar fasilitas, melainkan jawaban atas tantangan pasca penempatan PMI, khususnya dalam menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan. 
Ringkasan Berita:
  • Studio UMKM digital gratis jadi solusi Purna PMI
  • Didukung pemerintah dan swasta untuk kemandirian ekonomi
  • Sejalan dengan peningkatan penempatan dan remitansi PMI

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Persoalan ensiunan Pekerja Migran Indonesia (PMI) usai kembali ke Tanah Air perlahan menemukan solusi.

Sebuah studio UMKM digital gratis di Kelapa Gading, Jakarta Utara, jadi salah satu upaya konkret mendorong Purna PMI beralih menjadi wirausahawan berbasis teknologi.

Adapun studio yang berlokasi di Komplek Kokan Permata Kelapa Gading itu bukan sekadar fasilitas, melainkan jawaban atas tantangan pasca penempatan PMI, khususnya dalam menciptakan sumber penghidupan yang berkelanjutan.

Dirjen Pelindungan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran (PPMI) Rinardi mendukung adanya upaya swasta  dalam memperkuat perlindungan PMI hingga masa purna tugas.

Menurutnya, tantangan PMI tidak berhenti saat mereka pulang ke Indonesia, tetapi justru dimulai ketika harus membangun kehidupan baru.

“Inisiatif ini sangat relevan. Purna PMI membutuhkan dukungan nyata agar mampu mandiri secara ekonomi dan tidak kembali terjebak dalam siklus migrasi,” ujar Rinardi kepada wartawan, Kamis (15/1/2026),

Rekomendasi Untuk Anda

Smeentara itu, Direktur Utama Naremax Marco Lau Santosa mengatakan selama ini Purna PMI sering kembali tanpa ekosistem usaha yang kuat. 

"Kami ingin memutus mata rantai itu. Kami tidak hanya menyediakan alat, tapi membangun ekosistem wirausaha digital,” ujar Marco.

Studio UMKM Naremax, dikatakan Marco, dilengkapi peralatan produksi konten digital berstandar profesional, mulai dari podcast, video promosi, hingga live streaming. Seluruh fasilitas tersebut dapat diakses secara gratis oleh Purna PMI dan pelaku UMKM.

Model ini dinilai strategis karena menekan hambatan modal awal yang kerap menjadi kendala utama bagi Purna PMI yang ingin memulai usaha.

“Digitalisasi membuka peluang pasar yang jauh lebih luas. Tapi tanpa akses alat dan pendampingan, itu sulit dicapai. Studio ini menjembatani kesenjangan tersebut,” kata Marco.

Tak hanya ruang fisik, Super Apps sebagai platform terintegrasi pemasaran, branding, dan pendampingan bisnis digital bagi alumni program inkubasi juga tengah digodok.

"Platform ini ditujukan untuk memperluas jangkauan pasar produk UMKM sekaligus memperkuat daya saing mereka di era ekonomi digital," tandasnya.

Sebelumnya, Penempatan pekerja migran Indonesia telah mencapai 110,5 persen dari target tahun ini, kata Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin pada Kamis (18/12).

Dalam peringatan Hari Migran Internasional di Jakarta, ia mengatakan bahwa berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pelayanan, Penempatan, dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (SISKOP2MI), jumlah penempatan pekerja migran hingga 15 Desember 2025 mencapai 286.422 atau 110,5 persen dari target 259.144.

Berdasarkan publikasi Kementerian P2MI (KP2MI), penempatan pekerja migran Indonesia masih didominasi sektor domestik sebesar 36,5 persen, diikuti sektor kesehatan 20,6 persen dan manufaktur 14,1 persen.

Negara tujuan penempatan masih didominasi Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia.

Mengutip data Bank Indonesia, Mukhtarudin menambahkan bahwa total remitansi pekerja migran Indonesia hingga kuartal III 2025 mencapai Rp212 triliun, meningkat 38,6 persen dibandingkan Rp153 triliun sepanjang 2024.

Ia juga melaporkan bahwa hingga 30 November 2025, Kementerian P2MI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp70,65 miliar kepada 2.382 penerima manfaat.

Program KUR yang diluncurkan pada Agustus 2025 tersebut memiliki plafon maksimal Rp100 juta dan ditujukan sebagai pembiayaan modal kerja pada layanan penempatan pekerja migran Indonesia.

Dalam aspek pelindungan, Kementerian P2MI juga memperkuat upaya pencegahan keberangkatan nonprosedural.

Tercatat sebanyak 6.525 calon pekerja migran ilegal berhasil dicegah keberangkatannya ke luar negeri pada periode 1 Januari hingga 14 Desember 2025.

Pencegahan tersebut dilakukan di pelabuhan-pelabuhan di provinsi perbatasan, antara lain Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat.

Menurut Mukhtarudin, kementeriannya juga menjalankan Program Desa Migran Emas di 70 desa yang tersebar di 17 kabupaten/kota di enam provinsi.

Program tersebut dirancang untuk mendekatkan ekosistem pelayanan kepada masyarakat melalui sosialisasi, edukasi, serta penyediaan informasi mengenai migrasi yang aman.

Dalam peringatan Hari Migran Internasional itu, ia menegaskan pentingnya menunjukkan komitmen Indonesia dalam upaya pelindungan pekerja migran.

Baca juga: Lindungi Pekerja Migran, Anak Usaha BPJS Teken MoU dengan Perusahaan Taiwan

"Keamanan pekerja migran adalah yang utama bagi kita," kata Mukhtarudin, seraya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melindungi pekerja migran Indonesia di mana pun mereka berada.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas