Ketua DPD RI dan Mendes Yandri Gagas Program Green Village Nasional
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026), Ketua DPD dan Mendes gagas program Green Village.
Penulis:
Fersianus Waku
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin bersama Mendes PDT Yandri Susanto menyepakati pelaksanaan program Green Village atau Desa Hijau tingkat nasional.
- Program ini digagas sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas lingkungan serta memperkuat ketahanan ekologi nasional mulai dari tingkat daerah.
- Kesepakatan ini disampaikan Sultan saat menghadiri peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Bachtiar Najamudin bersama Menteri Desa dan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menyepakati pelaksanaan program Green Village atau Desa Hijau tingkat nasional.
Kesepakatan ini disampaikan Sultan saat menghadiri peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis (15/1/2026).
Program ini digagas sebagai upaya mendorong peningkatan kualitas lingkungan serta memperkuat ketahanan ekologi nasional mulai dari tingkat daerah.
"Atas nama ketua dan seluruh anggota DPD RI kami mengucapkan Selamat Hari Desa Nasional tahun 2026 kepada segenap pemerintah dan masyarakat desa di seluruh Indonesia," kata Sultan dalam keterangan tertulisnya.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut menegaskan, DPD RI memiliki kepentingan dan tugas konstitusional dalam mengawal pelaksanaan undang-undang serta mengawasi program prioritas pemerintah di setiap desa.
Baca juga: Mendes Yandri Apresiasi Karya Sineas Desa di Festival Film Desa Boyolali
Menurut Sultan, desa merupakan garda terdepan dalam pembangunan nasional, khususnya di sektor pangan dan ketahanan ekologi.
"Hal ini Penting untuk menjaga dan melindungi masa depan desa dari potensi bencana alam dan perubahan Iklim," ungkapnya.
Karena itu, di tengah tantangan dan ancaman bencana alam, pemerintah desa harus memiliki paradigma berkelanjutan atau green mind. Sehingga gagasan Green Democracy relevan dengan agenda ketahanan ekologi di desa.
"Negara harus mengapresiasi para pemerintah desa yang memiliki komitmen dan consistent menjaga luasan hutan dan kelestarian ekosistem lainnya baik di laut maupun di darat," ucapnya.
Baca juga: Update Bencana Sumatra, 29 Desa Hilang akibat Banjir dan Longsor, Paling Banyak di Aceh
Sultan menambahkan, kolaborasi bersama Mendes PDT Yandri Susanto dalam program Green Village ini juga merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
"Ke depan DPD RI bersama Kementerian Desa dan semua pemerintah desa akan berkolaborasi melaksanakan program Green Village Nasional ini," tutup Sultan.
Sebagai informasi, peringatan Hari Desa Nasional tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Desa dan Daerah Tertinggal ini dihadiri oleh puluhan ribu aparatur pemerintah desa dari seluruh penjuru Indonesia.
Baca tanpa iklan