Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menanti Kepastian, Biddokes Ambil DNA Anak Ferry Irawan di Bekasi

Menanti kepastian, polisi mengambil DNA anak Ferry Irawan di Bekasi untuk memastikan identitas korban pesawat yang hilang kontak.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Fahmi Ramadhan
zoom-in Menanti Kepastian, Biddokes Ambil DNA Anak Ferry Irawan di Bekasi
Tribunnews.com/Fahmi Ramadhan
PESAWAT HILANG KONTAK - Petugas Biddokes Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan keluarga Ferry Irawan saat proses identifikasi di rumah korban, Pondok Melati, Bekasi, Minggu (18/1/2026), menyusul laporan hilang kontak pesawat ATR 42-500 di wilayah udara Maros, Sulawesi Selatan. Pengambilan sampel DNA dilakukan untuk memastikan identitas korban secara ilmiah. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi datangi rumah Ferry Irawan, ambil DNA anak kandung
  • Upaya ilmiah memastikan identitas korban pesawat hilang kontak
  • Keluarga menunggu kepastian di tengah proses pencarian berlanjut

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI – Ketidakpastian masih menyelimuti keluarga Ferry Irawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yang hingga kini belum ditemukan setelah pesawat ATR 42-500 yang ditumpanginya dilaporkan hilang kontak. Di tengah penantian itu, polisi mulai menempuh jalur kepastian lewat proses identifikasi.

Tim Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya mendatangi kediaman Ferry Irawan di kawasan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (18/1/2026) siang, untuk mengambil sampel DNA anak kandung Ferry.

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com di lokasi, tiga petugas Biddokes tiba sekitar pukul 14.26 WIB. Mereka mengenakan kaos polo biru dongker bertuliskan Dokpol di bagian belakang. Salah seorang petugas perempuan terlihat menenteng kotak medis berwarna biru saat memasuki rumah.

Sempat terjadi percakapan singkat antara petugas dan perwakilan keluarga mengenai maksud kedatangan tersebut.

Tak lama berselang, tim Biddokes langsung masuk ke dalam rumah untuk melakukan pengambilan sampel.

Beberapa menit kemudian, petugas keluar dari kediaman Ferry Irawan.

Rekomendasi Untuk Anda

Salah satu anggota Biddokes Polda Metro Jaya, Aipda Bayu, membenarkan bahwa kedatangan mereka bertujuan mengambil sampel DNA dari anak kandung Ferry.

“Kami mengambil sampel DNA untuk mencocokkan dengan korban nantinya,” ujar Bayu kepada wartawan.

Menurut Bayu, sampel yang diambil berupa usap cairan mulut (swab) dan darah.

Sampel tersebut akan digunakan dalam proses identifikasi lanjutan apabila Ferry Irawan telah ditemukan.

“Pengambilan sampel darah dan swab mulut dari anak kandung. Nantinya, jika korban sudah ditemukan, akan dibawa terlebih dahulu ke rumah sakit di Makassar untuk proses identifikasi,” jelasnya.

Sebagai informasi, DNA (Deoxyribonucleic Acid) merupakan materi genetik yang diwariskan orang tua kepada anak dan kerap digunakan polisi untuk memastikan identitas korban secara ilmiah.

Baca juga: Janji Uang Rumah Berujung Maut, Ibu 75 Tahun Tewas di Tangan Anak Angkat

Pesawat Hilang Kontak

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dilaporkan lepas landas dari Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta, menuju Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Kontak terakhir dengan pesawat terjadi saat melintas di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 Wita.

Pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang, termasuk Ferry Irawan. Pilot yang bertugas adalah Capt Andy Dahananto.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas