Awal 2026, Program MBG Sudah Jangkau 58,3 Juta Penerima Manfaat
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan capaian signifikan hingga awal tahun 2026.
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Hasanudin Aco
Ringkasan Berita:
- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan capaian signifikan hingga awal tahun 2026
- Tahun 2026 telah resmi dimulai dan diluncurkan pada 8 Januari 2026 dengan jumlah awal 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) menunjukkan capaian signifikan hingga awal tahun 2026.
Hingga pertengahan Januari ini, program MBG telah menjangkau sekitar 58,3 juta penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia.
Kepala BGN Dadan Hindayana menjelaskan, pelaksanaan program tahun 2026 telah resmi dimulai dan diluncurkan pada 8 Januari 2026 dengan jumlah awal 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR pada Selasa (20/1/2026).
“Program pada tahun 2026 sudah kita mulai dan sudah kita lakukan launching pada 8 Januari dengan total SPPG sebanyak 19.188,” ungkap Dadan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Dadan mengatakan jumlah SPPG terus bertambah.
Hingga 19 Januari 2026 malam, jumlah SPPG yang telah berdiri dan beroperasi mencapai sekitar 21.102 unit.
“Per tanggal 19 Januari malam, jumlah SPPG kita kurang lebih sudah mencapai 21.102 dan itu sudah bisa menjangkau 58,3 juta penerima manfaat,” ujarnya.
Seiring dengan meningkatnya cakupan program, kebutuhan dana operasional harian juga tergolong besar.
Dadan menyebut, dana operasional program makan bergizi saat ini mencapai sekitar Rp855 miliar per hari.
Sementara itu, realisasi anggaran BGN hingga pertengahan Januari 2026 telah mendekati Rp18 triliun.
Berdasarkan data per 16 Januari 2026, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp17,398 triliun, dan bertambah pada hari-hari berikutnya.
“Realisasi anggaran sampai hari ini sudah mendekati Rp18 triliun. Jadi ini mungkin salah satu badan atau setara kementerian yang sudah merealisasikan anggaran sebesar itu,” ucapnya.
Anggaran langsung disalurkan
Dadan menjelaskan anggaran langsung disalurkan ke masing-masing SPPG, dengan 70 persen dialokasikan untuk pembelian bahan baku, 20 persen untuk biaya operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen untuk insentif seluruh mitra yang terlibat dalam program makan bergizi.
“Uang ini turun langsung dari kantor kas negara ke SPPG-SPPG. Sebanyak 70 persen digunakan untuk membeli bahan baku, 20 persen untuk operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen untuk insentif bagi seluruh mitra yang bergabung,” katanya.