JSIT Indonesia Gandeng Lemhannas Perkuat Jiwa Nasionalisme di Sekolah
JSIT Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Lemhannas RI melalui penandatanganan Nota Kesepahaman
Editor:
Dodi Esvandi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di kantor Lemhannas RI, Selasa (21/1/2026).
Kolaborasi ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkuat komitmen kebangsaan di lingkungan pendidikan berbasis Islam.
Penandatanganan dilakukan langsung oleh Ketua Umum JSIT Indonesia, Ahmad Fikri, bersama Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily.
Harmonisasi Nilai Agama dan Kebangsaan Ketua Umum JSIT Indonesia, Ahmad Fikri, menegaskan bahwa sekolah Islam Terpadu memiliki tanggung jawab besar untuk mencetak warga negara yang tidak hanya religius, tetapi juga inklusif dan produktif sebagai warga global.
"Ada benang merah yang menyatukan antara tujuan pendidikan nasional, pendidikan global, dan pendidikan Islam, yaitu wawasan dan komitmen kebangsaan. Kami ingin memastikan generasi yang kami didik tumbuh menjadi pribadi yang adil dan bermanfaat bagi bangsa," ujar Fikri.
Baca juga: TB Hasanuddin Minta Lemhannas Lakukan Kajian Pilkada Langsung dan Tak Langsung: Jangan Ada Pesanan
Ia berharap melalui kerja sama ini, para guru di jaringan JSIT mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan yang mumpuni.
Hal ini dianggap krusial agar nilai-nilai nasionalisme dapat ditanamkan secara efektif kepada para siswa sejak dini.
“Kami yakin JSIT memiliki potensi besar untuk melahirkan warga negara yang baik, kontributif, sekaligus menjadi warga global yang inklusif dan produktif,” ujar Ahmad Fikri.
Ketahanan Nasional Melalui Pendidikan
Senada dengan hal tersebut, Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menyambut baik inisiatif ini.
Menurutnya, memperkuat ketahanan nasional tidak bisa dilakukan sendirian oleh pemerintah, melainkan butuh kolaborasi antarlembaga.
"Kerja sama ini adalah bagian dari komitmen Lemhannas untuk menggandeng berbagai instansi dalam mendukung tujuan nasional. Pendidikan adalah fondasi utama untuk kemajuan bangsa," kata Ace.
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti di atas kertas, namun berlanjut pada program-program konkret yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkokoh kecintaan terhadap tanah air di seluruh sekolah anggota JSIT Indonesia.
Baca tanpa iklan