Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kumpulan Hadits tentang Bulan Syaban dan Keutamaannya dalam Islam

Hadits-hadits tentang bulan Syaban menekankan keutamaannya, termasuk peningkatan pahala amal dan kesempatan memperbanyak doa, istighfar, serta ibadah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Lanny Latifah
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Kumpulan Hadits tentang Bulan Syaban dan Keutamaannya dalam Islam
HO/Dok Pribadi
HADIST BULAN SYABAN - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar kegiatan doa bersama malam nisfu syaban, di Kantor DPP PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (13/2/2025). Hadits-hadits tentang bulan Syaban menekankan keutamaannya, termasuk peningkatan pahala amal dan kesempatan memperbanyak doa, istighfar, serta ibadah. 
Ringkasan Berita:
  • Bulan Syaban merupakan bulan mulia yang dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah sebagai persiapan spiritual menyambut Ramadan.
  • Rasulullah SAW banyak berpuasa di bulan Syaban dan memberikan perhatian khusus pada malam Nisfu Syaban, waktu pengampunan Allah.
  • Hadits-hadits tentang Syaban menekankan keutamaan bulan ini, termasuk peningkatan pahala amal dan kesempatan memperbanyak doa, istighfar, serta ibadah.

 

TRIBUNNEWS.COM - Bulan Syaban merupakan salah satu bulan mulia dalam kalender Hijriah yang memiliki banyak keutamaan.

Bulan ini berada di antara Rajab dan Ramadan, sehingga sering kali luput dari perhatian sebagian umat Islam.

Padahal, Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap bulan Syaban, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits shahih.

Hadits-hadits tentang bulan Syaban menunjukkan beragam keutamaan yang menjadikannya sebagai waktu yang penuh berkah.

Rasulullah SAW sangat memuliakan bulan ini. Bahkan, banyak hadits yang menjelaskan keutamaan Syaban serta amalan-amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan di dalamnya.

Berikut kumpulan hadits tentang bulan Syaban beserta penjelasan singkat mengenai keutamaannya dalam Islam.

Hadits Tentang Bulan Syaban

Rekomendasi Untuk Anda

Bulan Syaban merupakan bulan istimewa dalam kalender Hijriah, khususnya pertengahan bulan yang dikenal dengan Nisfu Syaban.

Bulan ini dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa sunnah, sebagai persiapan menyambut bulan Ramadan.

Dikutip dari laman resmi Baznas, berikut beberapa hadits tentang bulan Syaban beserta penjelasan singkat Keutamaannya dalam Islam:

Baca juga: Doa Nisfu Syaban dan Artinya, Apakah Ada Tuntunannya dalam Islam?

1. HR. Al-Bukhari dan Muslim

Sayyidah Aisyah RA berkata:

"Terkadang Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, 'Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Syaban." (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi SAW memperbanyak puasa sunnah di bulan Syaban, meskipun tidak setiap hari, sebagai persiapan spiritual sebelum Ramadhan.

2. HR. Al-Bukhari dan Muslim

Sayyidah Aisyah RA berkata:

"Belum pernah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpuasa satu bulan yang lebih banyak dari pada puasa bulan Syaban. Terkadang hampir beliau berpuasa Syaban sebulan penuh." (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan keistimewaan Syaban sebagai bulan dengan banyak puasa sunnah.

3. HR. Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i (disahihkan Syaikh Syu’aib Al-Arnauth)

Sayyidah Aisyah RA berkata:

"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap hilal bulan Syaban, tidak sebagaimana perhatian beliau terhadap bulan-bulan yang lain. Kemudian beliau berpuasa ketika melihat hilal Ramadhan. Jika hilal tidak kelihatan, beliau genapkan Syaban sampai 30 hari."

(HR. Ahmad, Abu Daud, An Nasa'i dan sanad-nya disahihkan Syaikh Syu'aib Al Arnauth)

Hadits ini menjelaskan praktik puasa Nabi SAW yang disesuaikan dengan penentuan awal bulan Ramadhan.

4. HR. An-Nasa’i (disahihkan Al-Albani)

Sayyidah Ummu Salamah RA berkata:

"Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam belum pernah puasa satu bulan penuh selain Syaban, kemudian beliau sambung dengan Ramadhan." (HR. An Nasa'i dan disahihkan Al Albani)

Menunjukkan kesinambungan ibadah Nabi dari Syaban menuju Ramadhan, menekankan nilai persiapan spiritual.

5. HR. An-Nasa’i, Ahmad (disahankan Syaikh Al-Albani)

Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah SAW:

"Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Syaban."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan dimana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa." (HR. An Nasa'i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani)

Hadits ini menekankan bahwa puasa Syaban bermanfaat untuk meningkatkan pahala karena amal-amal manusia diangkat pada bulan ini.

6. HR. Abu Musa Al-Asy’ari RA

"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."

Hadits ini menekankan keutamaan malam Nisfu Syaban, waktu yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak doa, istighfar, dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama.

(Tribunnews.com/Latifah)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas