Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tuntutan 18 Tahun Penjara, Sidang Nadiem Makarim Diharapkan Berjalan Adil dan Transparan

Regina Art berharap proses hukum Nadiem Makarim berjalan adil, transparan, serta menghormati hak-hak terdakwa sepenuhnya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Erik S
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Tuntutan 18 Tahun Penjara, Sidang Nadiem Makarim Diharapkan Berjalan Adil dan Transparan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
SIDANG TUNTUTAN - Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Makarim menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Rabu (13/5/2026). Regina Art menyampaikan harapannya agar proses hukum yang tengah dijalani mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dapat berlangsung secara adil, transparan, dan tetap menghormati hak-hak hukum terdakwa. 

Ringkasan Berita:
  • Regina Art berharap proses hukum Nadiem Makarim berjalan adil, transparan, serta menghormati hak-hak terdakwa sepenuhnya.
  • Harapan disampaikan setelah jaksa menuntut delapan belas tahun penjara terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook nasional.
  • Regina Art mendoakan kesembuhan, ketabahan, serta kesehatan Nadiem Makarim menghadapi proses peradilan berkepanjangan dengan tabah.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Regina Art menyampaikan harapannya agar proses hukum yang tengah dijalani mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dapat berlangsung secara adil, transparan, dan tetap menghormati hak-hak hukum terdakwa.

Hal itu disampaikan menyusul tuntutan jaksa penuntut umum yang menjatuhkan tuntutan 18 tahun penjara terhadap Nadiem Makarim dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook yang kini bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Kami berharap seluruh tahapan persidangan dapat terlaksana dengan seadil-adilnya, transparan, dan menghormati hak-hak hukum Bapak Nadiem Makarim,” demikian pernyataan Regina Art milik Joane Win, Minggu (17/5/2026).

Regina Art juga menyampaikan doa dan dukungan moral kepada Nadiem Makarim beserta keluarga agar diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian hukum yang sedang berlangsung.

Selain itu, pihak Regina Art turut mendoakan pemulihan kesehatan Nadiem Makarim pasca menjalani operasi beberapa waktu lalu. 

Rekomendasi Untuk Anda

Menurutnya, kesehatan fisik dan kekuatan mental menjadi hal penting dalam menghadapi proses hukum yang panjang dan penuh tekanan.

“Kami mendoakan kesembuhan total bagi Bapak Nadiem Makarim pasca-operasi yang dijalani. Semoga beliau senantiasa diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesehatan yang baik dalam menjalani sisa proses peradilan ini,” lanjut pernyataan tersebut.

Regina Art menegaskan pihaknya sepenuhnya menghormati institusi peradilan serta jalannya proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan Tipikor terkait perkara pengadaan Chromebook.

Dalam keterangannya juga disebutkan bahwa secara profesional pihak Regina Art tidak memiliki keterlibatan maupun akses terhadap proses teknis birokrasi pengadaan di lingkungan kementerian pada periode tersebut.

“Secara profesional, kami tidak memiliki keterlibatan, kapasitas operasional, maupun akses informasi terkait materi teknis birokrasi pengadaan di lingkungan kementerian pada periode tersebut,” tulis pernyataan itu.

Meski demikian, Regina Art milik Joane Win mengaku tetap memiliki rasa simpati mendalam terhadap beban moril yang saat ini dihadapi keluarga besar Nadiem Makarim di tengah proses hukum yang menjadi perhatian publik nasional.

Pihaknya berharap seluruh proses persidangan dapat berjalan dengan menjunjung tinggi prinsip keadilan demi kepentingan bersama dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Diketahui Nadiem Makarim dalam perkaranya telah dituntut 18 tahun penjara, denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan penjara, uang pengganti Rp809 miliar dan Rp 4,8 triliun subsider 9 tahun penjara.

Jaksa penuntut umum menilai perbuatan terdakwa Nadiem Makarim tidak hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga berdampak langsung terhadap sektor pendidikan nasional. 

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas