Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pakar Nilai Aksi Bupati Pati Sudewo Korupsi di Level Perangkat Desa Tergolong Nekat

Aksi Bupati Pati Sudewo yang memperjualbelikan jabatan level perangkat desa tergolong nekat, hal itu diungkap pakar politik Andreas

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pakar Nilai Aksi Bupati Pati Sudewo Korupsi di Level Perangkat Desa Tergolong Nekat
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
DITAHAN KPK – Bupati Pati Sudewo ketika digiring ke Rutan KPK pada Selasa (20/1/2026) malam. Ia menjadi tersangka kasus pemerasan dan suap DJKA. 

Ringkasan Berita:
  • Pakar politik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Andreas Pandiangan menilai aksi Bupati Pati Sudewo tergolong nekat
  • Sebab, ia melakukan pemerasan dalam praktik jual-beli jabatan bahkan di level perangkat desa sekalipun
  • KPK belakangan mengungkap aksi Sudewo yang memperjualkan jabatan perangkat desa di 21 kecamatan di Kabupaten Pati

TRIBUNNEWS.COM - Kasus Bupati Pati Sudewo yang melakukan pemerasan dalam praktik jual beli jabatan perangkat desa saat ini sedang menjadi sorotan publik.

Pakar politik Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Andreas Pandiangan, bahkan ikut membahas perilaku Sudewo.

Menurutnya, aksi dugaan korupsi Sudewo tergolong nekat. Sebab, ia melakukan pemerasan dalam praktik jual beli jabatan bahkan di level perangkat desa.

Seolah tak kapok, Sudewo dulu pernah didemo oleh warganya sendiri atas kebijakan kenaikan pajak bumi dan bangunan (PBB).

Demo tersebut pun berimbas ke tingkat nasional hingga massa yang tersebar di berbagai wilayah ikut memprotes atas kebijakan naiknya pajak.

Warga Kabupaten Pati yang tersulut emosi bahkan meminta pemerintah pusat memakzulkan Sudewo.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, nyatanya Sudewo lolos dari masalah, ia sulit tersentuh oleh hukum.

Meski demikian, kini tiba-tiba Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengabarkan telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menetapkan Sudewo sebagai tersangka dugaan pemerasan dalam praktik jual-beli jabatan perangkat desa.

Tentang hal itu, Andreas menilai Sudewo terlalu nekat karena memperjualbelikan jabatan di lingkup paling kecil sekalipun, yakni perangkat desa.

"Perilaku dan kebijakan Bupati Sudewo masih menjadi sorotan masyarakat karena rentetan peristiwa politik, bukannya sadar , ia justru tetap saja nekat untuk melakukan korupsi," kata Andreas, baru-baru ini, dilansir Tribunjateng.com.

Baca juga: KPK Bongkar Peran Sudewo di Kasus Suap DJKA: Seharusnya Mengawasi, Malah Nikmati Aliran Dana Proyek

Andreas berharap majelis hakim nantinya bisa memberikan putusan yang adil agar Sudewo tidak lekas kembali memasuki ruang-ruang publik sebagai pejabat.

"Ya harapannya di sana agar hakim memutuskan hal itu (adil untuk Sudewo)," jelas Andreas.

Jual Jabatan di 21 Kecamatan

Kasus Sudewo ini juga membuat KPK geleng kepala. Sebab, jumlah jabatan perangkat desa yang ia obral sangat banyak.

Hanya di satu kecamatan saja, yakni Kecamatan Jaken, nilai hasil pemerasannya mencapai Rp2,6 miliar.

Pada saat pendalaman perkara, penyidik mendapatkan informasi ada banyak jabatan perangkat desa di 21 kecamatan di Pati yang diobralkan Sudewo.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas