Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Diperiksa KPK, Dito Ariotedjo Berseloroh: Enggak Tukar Haji, Mintanya Cristiano Ronaldo Main di RI

Bekas Menpora Dito Ariotedjo merampungkan pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Wahyu Aji
zoom-in Diperiksa KPK, Dito Ariotedjo Berseloroh: Enggak Tukar Haji, Mintanya Cristiano Ronaldo Main di RI
Tribunnews.com/Ilham Rian Pratama
JADI SAKSI – Eks Menpora Dito Ariotedjo merampungkan pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).   

Ringkasan Berita:
  • Dito Diperiksa sebagai Saksi.
  • Bantah Tukar Kuota Haji.
  • Klarifikasi Soal Maktour dan Kasus.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo merampungkan pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2023–2024 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2026).

Berdasarkan pantauan Tribunnews.com, Dito keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 16.09 WIB. 

Ia diperiksa terkait kasus yang menjerat eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (YCQ) alias Gus Yaqut sebagai tersangka.

Usai diperiksa, Dito mengungkapkan bahwa penyidik KPK mendalami kegiatannya saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungan kerja ke Arab Saudi dan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS).

Dito menjelaskan bahwa dalam pertemuan bilateral tersebut, memang ada tawaran bantuan dari Pangeran MBS kepada Indonesia, namun ia membantah adanya istilah "tukar-menukar" antara kerja sama olah raga dengan penambahan kuota haji.

Rekomendasi Untuk Anda

"Enggak lah apa hubungannya. Kita waktu itu mintanya tukerannya sama Cristiano Ronaldo untuk ngelatih atau main di Indonesia," ujar Dito berseloroh kepada awak media.

Politikus Partai Golkar ini menegaskan bahwa kunjungan tersebut murni diplomasi. 

Saat itu, Kerajaan Arab Saudi ingin bekerja sama di sektor olahraga, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

"Secara garis besar Raja (MBS) yang mood-nya sedang baik dan happy atas diplomasi hebatnya Bapak Jokowi, ya semuanya terlaksana. Dan itu tidak hanya terkait dengan haji. Ada investasi, ada juga IKN," jelas Dito.

Menurutnya, pembahasan mengenai haji muncul saat jamuan makan siang, di mana MBS menawarkan bantuan untuk Indonesia. 

Presiden Jokowi kemudian menyampaikan prioritas investasi, IKN, dan pelayanan haji.

"Itu sebenarnya tidak kuota spesifik tapi pelayanan haji. Karena kan haji kita butuh banyak kan," tambahnya.

Selain soal kunjungan kerja, Dito juga dikonfirmasi mengenai hubungannya dengan pemilik Maktour Travel, Fuad Hasan Masyhur, yang merupakan mertuanya. 

Dito mengaku hanya diberi satu pertanyaan terkait hal tersebut.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas