Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Antisipasi Keterbatasan Perangkat, TKA SD–SMP Digelar Dua Pekan dengan Empat Gelombang

Pemerintah menyiapkan mekanisme khusus dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP. 

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Antisipasi Keterbatasan Perangkat, TKA SD–SMP Digelar Dua Pekan dengan Empat Gelombang
Hasil Olah AI/gemini.com
TKA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan mekanisme khusus dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP.  
Ringkasan Berita:
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan mekanisme khusus dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP
  • Skema ini berbeda dengan pelaksanaan TKA di jenjang SMA dan SMK yang hanya berlangsung selama satu pekan.
  • Kepala Bidang Pengembang dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Handaru Catu Bagus, menjelaskan perbedaan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi atas keterbatasan perangkat di satuan pendidikan dasar dan menengah.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyiapkan mekanisme khusus dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SD dan SMP

Skema ini berbeda dengan pelaksanaan TKA di jenjang SMA dan SMK yang hanya berlangsung selama satu pekan.

Kepala Bidang Pengembang dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen, Handaru Catu Bagus, menjelaskan perbedaan tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi atas keterbatasan perangkat di satuan pendidikan dasar dan menengah pertama.

"Kita juga memberikan mitigasi memperpanjang waktu pelaksanaan utamanya yaitu kurang lebih dua pekan,” ujar Handaru pada Taklimat Media Kemendikdasmen di Laboratorium Kebinekaan Bahasa dan Sastra di Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/1/2026).

Menurut Handaru, durasi pelaksanaan yang lebih panjang membuat jumlah gelombang TKA untuk SD dan SMP bertambah.

Sehingga pelaksanaan TKA untuk SD dan SMP akan menjadi empat gelombang. 

"Otomatis dengan dua pekan ini maka gelombangnya bertambah. Jadi gelombangnya ada empat gelombang," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Selain memperpanjang waktu, Kemendikdasmen juga menambah jumlah sesi dalam setiap gelombang. 

Sebelumnya pelaksanaan TKA hanya tiga sesi, kini menjadi empat sesi per gelombang.

"Dan ada satu mitigasi berikutnya yaitu kita tidak hanya tiga sesi per satu gelombang, itu kita membuat menjadi empat sesi per gelombang sehingga hal ini menjadi hal yang sangat penting. Kalau empat sesi dengan empat gelombang berarti totalnya ada 16 sesi," jelas Handaru.

Terkait moda pelaksanaan, Handaru menyebut satuan pendidikan diberikan fleksibilitas untuk memilih metode pelaksanaan sesuai kesiapan masing-masing.

Satuan pendidikan boleh memilih bisa online maupun semi online. 

"Ya, jadi dua moda ini tergantung mereka memilihnya apa ya," ujarnya.

Dalam pelaksanaan TKA, setiap peserta didik akan mengikuti asesmen selama dua hari agar tidak mengalami kelelahan.

"Satu anak atau satu murid yang mengikuti pelaksanaan TKA ini akan harus hadir selama dua hari. Ini kenapa supaya anak-anak ini berbeda gitu ya, tidak langsung mengerjakan di satu hari Matematika dan Bahasa Indonesia langsung di satu hari, tidak," jelas Handaru.

Menurutnya, pembagian mata pelajaran ke dua hari bertujuan menjaga konsentrasi peserta.

"Hari pertama mengerjakan Matematika, hari kedua mengerjakan Bahasa Indonesia, sehingga anak-anak tidak apa namanya jenuh atau tidak capek untuk mengerjakan TKA ini," pungkasnya.

Pelaksanaan utama TKA akan dimulai dari jenjang SMP, yang digelar pada 6 hingga 16 April 2026, atau setelah Lebaran.

Setelah TKA SMP, asesmen akan dilanjutkan untuk jenjang SD yang dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.

Apa itu TKA?

Penjelasan Lengkap

TKA merupakan instrumen evaluasi akademik yang mulai diterapkan pada tahun 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Tes ini menggantikan skema asesmen sebelumnya (seperti Asesmen Nasional) dengan format baru yang lebih terintegrasi. Tujuannya adalah memberikan gambaran menyeluruh tentang kemampuan siswa di tingkat pendidikan dasar.

Tujuan

  • Mengukur kompetensi akademik siswa secara nasional.
  • Memberikan data objektif bagi sekolah dan pemerintah daerah untuk memetakan mutu pembelajaran.
  • Menjadi sarana bagi siswa untuk menunjukkan prestasi akademik tanpa menjadikannya syarat kelulusan.

Materi Ujian TKA SD dan SMP umumnya mencakup mata pelajaran inti seperti:

  • Bahasa Indonesia
  • Matematika (dengan kemungkinan tambahan mata uji lain sesuai kebijakan Kemendikdasmen).

Peserta

  • Siswa dari jalur pendidikan formal (SD/MI, SMP/MTs), nonformal, maupun informal dapat mengikuti TKA, asalkan memiliki NISN valid.
  • Tes ini bersifat opsional, bukan wajib, sehingga tidak memengaruhi kelulusan sekolah.
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas