Isu Reshuffle Kabinet Kembali Mencuat, Ini Pos-pos Menteri yang Dinilai Paling Rawan Diganti
Perombakan kabinet berpotensi dilakukan pada kementerian yang dinilai belum optimal menjalankan mandat politik dan program prioritas pemerintah.
Penulis:
Igman Ibrahim
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Isu reshuffle kabinet merah putih Presiden Prabowo Subianto kembali menguat
- Eks Danjen Kopassus itu dikabarkan akan segera melakukan reshuffle tidak lama lagi
- Setidaknya empat klaster menteri yang berpotensi terdampak
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Isu reshuffle kabinet merah putih Presiden Prabowo Subianto kembali menguat. Eks Danjen Kopassus itu dikabarkan akan segera melakukan reshuffle tidak lama lagi.
Reshuffle kabinet adalah perombakan atau perubahan susunan menteri dalam kabinet pemerintahan yang dilakukan oleh presiden.
Baca juga: Prabowo Evaluasi Kabinet Saat Retret, Pengamat: Sinyal Ada Reshuffle dalam Waktu Dekat
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menilai perombakan kabinet berpotensi dilakukan pada kementerian yang dinilai belum optimal menjalankan mandat politik dan program prioritas pemerintah.
Agung memetakan setidaknya empat klaster menteri yang berpotensi terdampak. Yang pertama, menteri yang menangani program-program populis.
Baca juga: Prabowo Tiga Kali Reshuffle Kabinet dalam Setahun, PAN: Presiden Tahu Tim yang Perlu Penguatan
Menurutnya, kementerian yang memegang program langsung menyentuh rakyat akan menjadi sorotan utama apabila target kualitas dan realisasi di lapangan tidak terpenuhi.
"Menteri-Menteri yang menangani program-program populis, seperti MBG, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, dan lainnya rentan di reshuffle bila target kualitas program tak terpenuhi," ujar Agung saat dikonfirmasi, Sabtu (24/1/2026).
Kedua, kata Agung, ia memprediksi adanya reshuffle menteri di sektor ekonomi. Agung menilai situasi ekonomi saat ini menuntut penguatan daya beli masyarakat.
"Kementerian di bidang ekonomi. Dalam situasi yang menuntut penguatan daya beli, penciptaan dan perluasan lapangan kerja, serta stabilitas harga bahan pokok, sektor ekonomi menjadi perhatian utama publik dan pemerintah," jelasnya.
Ketiga, lanjut dia, menteri dari kalangan profesional dengan kinerja yang dinilai biasa saja atau tidak maksimal. Agung menyebut reshuffle bisa menjadi instrumen untuk meningkatkan performa kabinet secara keseluruhan.
"Menteri-menteri yang berasal dari profesional dan kinerja biasa atau malah tak maksimal juga beresiko diganti," jelasnya.
Keempat, menteri dari partai politik. Namun, menurut Agung, kemungkinan besar reshuffle terhadap pos ini bersifat terbatas atau berupa reposisi.
“Menteri-menteri dari partai mungkin terkena reshuffle terbatas alias reposisi dari posisi semula tapi tetap di kabinet," tandasnya.
Baca juga: 10 Menteri/Kepala Badan Prabowo-Gibran Layak Di-reshuffle Menurut CELIOS, Semua Dapat Nilai Minus
Presiden Prabowo Subianto tercatat telah melakukan empat kali reshuffle kabinet sepanjang tahun 2025.
1. Reshuffle Pertama — 19 Februari 2025
- Presiden Prabowo melakukan perombakan kabinet pertamanya pada 19 Februari 2025.
- Perubahan yang terjadi:
Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro digantikan oleh Brian Yuliarto.
- Ini menandai reshuffle kabinet perdana di pemerintahan Prabowo-Gibran sejak pelantikan kabinet Oktober 2024.
Baca tanpa iklan