4 Klaster Menteri 'Waspada' Reshuffle, Pengamat: Yang Langsung Berkaitan dengan Rakyat Paling Rentan
Pengamat menilai empat klaster menteri wajib waspada di tengah mencuatnya isu reshuffle kabinet.
Penulis:
Pravitri Retno Widyastuti
Editor:
Facundo Chrysnha Pradipha
Ringkasan Berita:
- Berembus isu reshuffle yang mengatakan Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan kabinet dalam waktu dekat.
- Pengamat pun mengingatkan ada empat klaster menteri yang wajib waspada terkait isu reshuffle.
- Terutama menteri-menteri yang programnya berkaitan langsung dengan rakyat.
TRIBUNNEWS.com - Isu reshuffle kabinet berembus setelah Presiden Prabowo Subianto menggelar retret bersama jajaran menteri di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada awal Januari 2026.
Menanggapi isu tersebut, Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, mengatakan empat klaster menteri di kabinet Prabowo wajib waspada terkait isu reshuffle itu.
Terlebih, kata dia, menteri yang menangani kebijakan yang berkaitan langsung dengan rakyat.
Agung mengatakan menteri-menteri yang menangani program untuk rakyat, akan menjadi sorotan utama di tengah isu reshuffle saat ini.
"Menteri-menter yang menangani program-program MBG (Makanan Bergizi Gratis), Koperasi Desa Merah Putih, Cek Kesehatan Gratis, dan lainnya, rentan di-reshuffle bila target kualitas program tak terpenuhi," urai Agung, Sabtu (24/1/2026).
Klaster kedua yang wajib waspada adalah menteri di sektor ekonomi.
Baca juga: Isu Reshuffle Disebut Gelap Gulita, Pengamat Singgung Menteri yang Sempat ke Solo dan Kertanegara
Sebab, jelas Agung, situasi ekonomi saat ini menuntut penguatan daya beli masyarakat hingga stabilitas harga bahan pokok.
"Kementerian di bidang ekonomi. Dalam situasi yang menuntut penguatan daya beli, penciptaan dan perluasan lapangan kerja, serta stabilitas harga bahan pokok, sektor ekonomi menjadi perhatian utama publik dan pemerintah," jelasnya.
Ketiga, adalah menteri yang berasal dari kalangan profesional, namun kinerjanya biasa saja.
"Menteri-menteri yang berasal dari profesional dan kinerja biasa atau malah tak maksimal juga beresiko diganti," kata Agung.
Klaster keempat adalah menteri yang berasal dari partai politik (parpol).
Tetapi, Agung menilai menteri dari parpol tak akan keluar dari lingkaran kementerian, meski di-reshuffle.
"Menteri-menteri dari partai mungkin terkena reshuffle terbatas alias reposisi dari posisi semula tapi tetap di kabinet," pungkas dia.
Isu 'Gelap Gulita'
Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, menilai isu reshuffle yang berembus saat ini terasa janggal.
Ia mengatakan situasi isu reshuffle saat ini gelap gulita karena tidak ada tanda-tanda Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan dalam waktu dekat.
Baca tanpa iklan