Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

PDIP Respons Banyak Kader Pindah ke PSI, Guntur Romli: yang Terancam Justru Parpol di Pemerintah

PDI Perjuangan (PDIP) merasa tak terancam dengan banyak kader berpindah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Chaerul Umam
zoom-in PDIP Respons Banyak Kader Pindah ke PSI, Guntur Romli: yang Terancam Justru Parpol di Pemerintah
TRIBUNNEWS/AKBAR PERMANA
PINDAH PARTAI - Juru bicara (Jubir) DPP PDIP Guntur Romli. Ia mengatakan, PDIP merasa tak terancam dengan banyak kader berpindah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI). 
Ringkasan Berita:
  • PDIP tidak merasa terancam oleh banyaknya kader yang pindah ke PSI.
  • Guntur Romli (Jubir DPP PDIP) menegaskan bahwa PDIP adalah satu-satunya partai yang tegas berada di luar pemerintahan, berperan sebagai penyeimbang politik, sehingga tidak melihat PSI sebagai pesaing.
  • Menurutnya, kompetisi justru terjadi di antara partai-partai pendukung pemerintah Presiden Prabowo Subianto, termasuk PSI.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PDI Perjuangan (PDIP) merasa tak terancam dengan banyak kader berpindah haluan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Juru bicara (Jubir) DPP PDIP Guntur Romli menegaskan, posisi PDIP yang merupakan partai politik (parpol) penyeimbang merasa tidak ada pesaing.

"Sama sekali tidak (merasa terancam dengan PSI), apalagi PDI Perjuangan saat ini satu-satunya partai yang tegas di luar pemerintahan dan sebagai politik penyeimbang, kami merasa tidak ada pesaing," kata Guntur saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (25/1/2026).

Justru menurut Guntur, yang merasa saling terancam adalah parpol pendukung pemerintah Presiden Prabowo Subianto, termasuk PSI di dalamnya.

"Yang merasa saling mengancam dan bersaing itu adalah parpol-parpol yang berada salam satu koalisi dengan pemerintah," ucapnya.

Sejumlah nama yang sudah malang melintang di dalam dunia perpolitikan baik di tingkat nasional maupun lokal pun kini menjadikan PSI sebagai kendaraan politik menghadapi pemilu 2029.

Misalnya Bupati Penukal Abab Lematang Ilir dua periode (2016-2025) Heri Amalindo yang menyeberang ke PSI

Rekomendasi Untuk Anda

Heri Amalindo sebelumnya merupakan kader PDIP.

Dan masih ada lagi kader PDIP di daerah lainnya yang pindah ke PSI, misalnya:

  • Mantan Ketua DPRD Ogan Komering Ilir (OKI)/ Ketua DPC PDIP Kabupaten OKI Abdiyanto;
  • Ginda Ferachtriawan (anggota DPRD Kota Surakarta Fraksi PDIP 2019–2024);
  • Dyah Retno Pratiwi (anggota DPRD Kota Surakarta Fraksi PDIP 2019–2024);
  • Wawanto (anggota DPRD Kota Solo dua periode dari Fraksi PDIP, Wawanto, 2014-2024).

Teranyar Calon Bupati Badung 2024-2029 yang juga mantan Ketua DPD Golkar Kabupaten Badung I Wayan Suyasa resmi pindah ke PSI.

Sebelumnya mantan elite DPP Partai NasDem Ahmad Ali dan Bestari Barus pun menyeberang dan kini sudah menjadi pengurus pusat PSI.

Bahkan, Ahmad Ali kini mengemban jabatan Ketua Harian DPP PSI.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas