Komisi III DPR Gelar Raker dengan Kapolri, Dihadiri Kapolda se-Indonesia
Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Senin (26/1/2026).
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Dewi Agustina
Ringkasan Berita:
- Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin (26/1/2026).
- Rapat dihadiri oleh para pejabat Mabes Polri hingga seluruh Kapolda di seluruh Indonesia.
- Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menjelaskan, rapat kerja ini secara khusus ingin mengulas respons Polri terhadap kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi III DPR RI menggelar rapat kerja (raker) dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada Senin (26/1/2026).
Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Baca juga: Kapolri Rotasi 3 Kapolda dan 4 Wakapolda hingga Wakil Kepala Densus 88
Rapat tersebut dihadiri oleh para pejabat Mabes Polri hingga seluruh Kapolda di seluruh Indonesia.
"Sebelum kami melanjutkan, kami laporkan bahwa saat ini kami didampingi Wakapolri dan seluruh pejabat utama Mabes dan juga diikuti oleh seluruh Kapolda," kata Listyo.
"Ini menunjukkan bahwa kami serius dan sangat mengapresiasi serta menghargai undangan RDP hari ini dari Komisi III DPR RI," imbuhnya.
Pantauan Tribunnews.com, balkon Komisi IIII juga penuh terisi oleh anggota Kepolisian.
Awak media termasuk Tribunnews.com juga hanya diizinkan masuk sejenak untuk mengambil dokumentasi.
Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menjelaskan, rapat kerja ini secara khusus ingin mengulas respons Polri terhadap kebebasan berekspresi dan menyampaikan pendapat.
Ia mengatakan, secara kuantitas ini hanya sebagian kecil dari pelaksanaan tugas Polri, tapi pengaruhnya terhadap Citra Polri di mata publik.
"Kami menilai ada relasi antara citra Polri di mata publik dengan respons terhadap kebebasan berekspresi dan menyatakan pendapat semakin persuasif respon Polri. Terkait hal tersebut semakin baik Citra Polri di mata publik begitu juga sebaliknya Semakin represif maka akan semakin negatif Citra Polri di mata publik," ujarnya.