Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

BGN Dorong Warga jadi Pengawas Program MBG Lewat Unggahan di Media Sosial

Nanik menegaskan bahwa masyarakat dipersilakan mengunggah foto maupun video menu MBG ke media sosial, baik yang sesuai standar.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Wahyu Aji
zoom-in BGN Dorong Warga jadi Pengawas Program MBG Lewat Unggahan di Media Sosial
Kompas.com/Adhyasta Dirgantara
AWASI MBG - Wakil Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang saat konferensi pers di Gedung BGN, Jakarta, Jumat (27/9/2025). Nanik menegaskan bahwa masyarakat dipersilakan mengunggah foto maupun video menu MBG ke media sosial, baik yang sesuai standar maupun yang bermasalah. 
Ringkasan Berita:
  • BGN membuka ruang pengawasan publik terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Partisipasi masyarakat dinilai krusial karena keterbatasan pengawasan internal.
  • BGN menegaskan kritik tidak boleh dibalas dengan sanksi.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini membuka ruang partisipasi publik lebih luas.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa masyarakat dipersilakan mengunggah foto maupun video menu MBG ke media sosial, baik yang sesuai standar maupun yang bermasalah.

Menurut Nanik, unggahan warga bukan sekadar ekspresi, melainkan bagian dari pengawasan bersama.

 

“Kami tidak pernah melarang orangtua siswa, guru, atau siapa pun untuk mengunggah menu MBG. Justru kami mendorong agar setiap unggahan dilengkapi keterangan waktu, lokasi sekolah, dan nama penyedia layanan, agar mudah ditindaklanjuti,” ujarnya dalam acara koordinasi dan evaluasi bersama Forkompimda, mitra, dan kepala SPPG di Bondowoso, Jawa Timur, Senin (26/1/2026).

Ia menekankan, informasi detail dari masyarakat bukan untuk intimidasi, melainkan untuk mempercepat pelacakan dan perbaikan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Keterangan lengkap itu penting agar kami bersama kementerian dan lembaga terkait bisa segera memastikan apa yang terjadi dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Program MBG, yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, diakui masih menghadapi tantangan.

Saat ini BGN hanya memiliki sekitar 70 petugas pemantau untuk mengawasi ribuan SPPG di seluruh Indonesia. 

Karena itu, partisipasi masyarakat dianggap krusial.

“Kami berterima kasih atas saran dan masukan dari orangtua, guru, maupun warga. Itu membantu kami menjaga kualitas program,” kata Nanik.

Namun, ia juga menyesalkan adanya kasus di Pesawaran, Lampung, di mana seorang kepala SPPG menghentikan pemberian menu MBG kepada dua anak penerima manfaat gara-gara ibunya mengkritik menu.

“Itu tindakan arogan. Kritik harus didengar, bukan dibalas dengan hukuman,” tegasnya.

Dengan keterlibatan publik melalui media sosial, BGN berharap program MBG semakin transparan, akuntabel, dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas