Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ada Virus Nipah di India, Menkes: Indonesia Siap Antisipasi

Berdasarkan pemantauan situasi di global dan WHO, per 23 Januari dilaporkan sebanyak 2 kasus konfirmasi dan 3 suspek penyakit virus Nipah di India.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ada Virus Nipah di India, Menkes: Indonesia Siap Antisipasi
Tribunnews.com/Rina Ayu Panca Rini
ARAHAN PRABOWO - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin merespons arahan Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan jumlah lulusan dokter di Indonesia menjadi 140 ribu. Menurut Budi, kondisi di lapangan menunjukkan, jumlah dokter yang ada memang masih terbatas, bahkan distribusinya belum merata. Hal ini disampaikan saat ditemui di Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (22/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • virus nipah bukanlah virus baru. Virus ini sudah ditemukan di Bangladesh, Thailand dan India
  • Virus ini diketahui memiliki tingkat fatalitas yang tinggi dan berasal dari hewan, khususnya kelelawar.
  • Menkes juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada, khususnya bagi yang berencana melancong ke wilayah Asia Selatan seperti India dan Bangladesh

 

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi virus nipah yang kini muncul di India.

Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang berpotensi menyebabkan gangguan serius pada manusia dan memiliki angka kematian yang tinggi.

Berdasarkan pemantauan situasi di global dan WHO, per 23 Januari 2026 telah dilaporkan sebanyak 2 kasus konfirmasi dan 3 suspek penyakit virus Nipah di West Bengal, India

Menkes menyebut, hingga saat ini, Kementerian Kesehatan belum menemukan kasus virus Nipah di Indonesia.

Baca juga: Ada Ancaman Virus Nipah, InJourney Airports Ngaku Belum Perketat Pemeriksaan di 37 Bandara

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada fasilitas kesehatan hingga menyiapkan reagen PCR untuk mendeteksi virus tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Diagnosis penyakit ini ditegakkan melalui pemeriksaan RT-PCR dari spesimen: usap nasal/orofaring, cairan serebrospinal hingga urin atau serum.

"Sampai sekarang, belum ada kami amati di Indonesia. Pemeriksaan virus Nipah ini sama seperti virus lain, bisa dideteksi menggunakan PCR. Reagen PCR-nya sudah kami siapkan,” jelasnya saat ditemui di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Ia menerangkan, virus nipah bukanlah virus baru. Virus ini sudah ditemukan di Bangladesh, Thailand dan India.

Virus ini diketahui memiliki tingkat fatalitas yang tinggi dan berasal dari hewan, khususnya kelelawar.

"Memang fatality rate-nya tinggi. Virua ini berasal dari kelelawar. Jadi kalau bisa jangan tersentuh kelelawar," ungkap dia.

Imbauan Menkes

Menkes juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan waspada, khususnya bagi yang berencana melancong ke wilayah Asia Selatan seperti India dan Bangladesh.

Ia meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan menghindari konsumsi buah-buahan yang berisiko terkontaminasi.

Saat berpergian ke negara-negara tersebut, usahakan pakai masker.

“Kami mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat bepergian ke daerah endemis, menjaga kesehatan, serta menghindari makanan yang berpotensi menjadi media penularan misalnya,” pesan dia.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas