13 Calon Petugas Haji Dicopot, Ada yang Palsukan Absen Hingga Minta Diistimewakan
Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan ada 13 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 yang dicopot dalam proses Diklat.
Penulis:
Fahdi Fahlevi
Editor:
Adi Suhendi
"Begini, kalimat pertama yang selalu kami ingatkan itu niatkan dulu jadi petugas. Nah kalau kemudian selama bertugas itu ada bonus, artinya bonus menunaikan ibadah haji itu bagiannya," ujarnya.
"Makanya di pelatihan ini ada namanya fikih petugas haji. Jadi kalau mereka melakukan ibadah haji itu ada fikihnya. Jadi yang jelas itu diatur. Jadi jangan kemudian mereka memposisikan diri sebagai jemaah," ucap Dahnil.
Dahnil mengungkapkan, pada penyelenggaraan haji sebelumnya kerap ditemukan petugas yang justru meminta dilayani.
Bahkan ada yang menghilang saat bertugas sebagai petugas haji.
"Karena banyak yang terjadi sebelum-sebelumnya petugas haji itu malah minta dilayani, bahkan ngilang pada saat ada di Makkah, di Madinah dan sebagainya. Bahkan dalam banyak kasus, ada petugas haji itu ada yang jual dan sebagainya," ujarnya.
Pada penyelenggaraan haji 2026, Dahnil memastikan seluruh petugas bekerja penuh sebagai pelayan jemaah.
Dirinya meminta para petugas haji ini tidak hanya menumpang untuk naik haji lewat jalur PPIH.
"Nah kita harapkan dengan pola ini, kita bisa menjawab kritik publik selama ini untuk menghindari ada orang-orang yang nebeng naik haji. Jadi konsentrasi kami itu adalah ingin memastikan petugas haji itu niat utamanya itu adalah menjadi petugas haji, bukan orang-orang yang nebeng naik haji," ujarnya.
Sebelumnya, selebritas Chiki Fawzi sempat mengungkapkan bahwa dirinya dicopot sebagai petugas haji tahun 2026.
Fokus Pada Disiplin dan Penguatan Fisik
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengatakan pendidikan dan pelatihan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tahun 2026 fokus kepada aspek disiplin hingga penguatan fisik.
"Pertama, disiplin pasti. Yang kedua, fisik. Karena kegiatan haji itu memerlukan fisik. Jamaah haji perlu fisik, apalagi petugas haji, fisiknya harus kuat," kata Gus Irfan
Selain itu, pengenalan tugas sejak awal juga menjadi perhatian utama.
Para petugas, kata Gus Irfan, sudah dibagi berdasarkan lokasi dan tanggung jawab masing-masing agar tidak terjadi kebingungan ketika berada di Tanah Suci.
"Kemudian yang ketiga, pengenalan tugas. Sejak di sini kita sudah bagi, Anda di mana. Anda di mana, tugasnya apa, sudah tahu dari sini," ucapnya.
Selain itu, Diklat ini untuk membangun kekompakan atau bonding antar peserta diklat.
Baca tanpa iklan