Jokowi akan Hadiri Rakernas PSI, Andy Budiman: Dua Entitas yang Tak Bisa Dilepaskan
Jokowi dijadwalkan akan menghadiri agenda Rapat Kerja Nasional I (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Claro Hotel Makassar.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Suci BangunDS
Ringkasan Berita:
- Jokowi dijadwalkan akan menghadiri agenda Rapat Kerja Nasional I (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Claro Hotel Makassar.
- Kehadiran Jokowi disebut menunjukkan kedekatan antara partai berlambang gajah tersebut dengan sang mantan presiden.
- Kehadiran Jokowi juga akan memperkuat persepsi publik bahwa partai dari eks Wali Kota Solo itu adalah PSI.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan menghadiri agenda Rapat Kerja Nasional I (Rakernas) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Claro Hotel Makassar, Sulawesi Selatan.
Kehadiran Jokowi disebut menunjukkan kedekatan antara partai berlambang gajah tersebut dengan sang mantan presiden.
Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum PSI Andy Budiman dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Kamis (29/1/2026).
"Yang jelas ini memperlihatkan bahwa Pak Jokowi dan PSI itu adalah dua entitas yang tidak bisa dilepaskan. Ibaratnya dua sisi dari satu mata koin yang sama. PSI ya Jokowi. Pak Jokowi sendiri ya lekatnya dengan PSI. Jadi ini tidak bisa dipisahkan," ungkapnya.
Andy Budiman menjelaskan, kehadiran Jokowi akan memperkuat persepsi publik bahwa partai dari eks Wali Kota Solo itu adalah PSI.
"Ini akan makin memperkuat persepsi publik, memperkuat gambaran masyarakat, memberikan pesan yang jelas kepada seluruh pendukung Pak Jokowi di seluruh Indonesia bahwa partainya Pak Jokowi itu ya PSI."
"Jadi silakan, PSI adalah satu rumah terbuka bagi mereka yang ingin cita-cita Pak Jokowi ini diperjuangkan atau terus dilanjutkan. Mari bergabung bersama kami di PSI jadi pengurus, jadi caleg, jadi anggota, jadi simpatisan dan memilih PSI di 2029," tuturnya.
Berdasarkan susunan acara yang diterima reporter Tribunnews.com dari pihak panitia Rakernas I PSI, Jokowi diagendakan memberikan arahan pada penutupan Rakernas atau tepatnya Sabtu (31/1/2026) besok.
Akan tetapi, Jokowi dikabarkan akan hadir di arena Rakernas I PSI sehari sebelumnya.
"Pak Jokowi tiba di Sulsel malam ini," kata Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali saat dihubungi Tribunnews, Jumat (30/1/2026).
Ali lantas memastikan soal jadwal atau agenda untuk Jokowi memberikan sambutan dan arahan kepada para kader.
Baca juga: Tekad PSI Jadikan Jawa Tengah hingga Sulawesi sebagai Kandang Gajah
Menurutnya, Jokowi akan tampil di depan ribuan kader PSI pada besok siang hari.
"Besok iya, besok itu setelah saya memberikan resolusi Pak Jokowi akan memberikan sambutan pengarahan untuk semua kader. Siang besok," ucap Ali.
Hanya saja, saat disinggung soal materi apa yang kemungkinan akan dibawakan oleh Jokowi nantinya, Ali belum mengetahui secara pasti.
Seluruh elite dan jajaran pengurus PSI hanya menyerahkan hal demikian kepada Jokowi.
"Tapi saya kemarin-kemarin ketika kita diskusi, ditanya juga terhadap saya, kita lepaskan saja beliau untuk bicara, beliau pasti sangat paham konteksnya," tandas Ali.
Disiapkan Panggung Khusus
Dalam Rakernas tersebut, Jokowi bahkan diberikan ruang atau panggung khusus nantinya oleh pengurus DPP PSI dan panitia.
Ketua DPP PSI Bidang Politik, Bestari Barus mengatakan, nantinya Jokowi akan menjadi narasumber utama dalam Rakernas yang mengusung tema "PSI Rumah Bersama: Politik Terbuka, Kerja Nyata untuk Indonesia" tersebut.
"Besok kami sudah berangkat dan mempersiapkan juga panggung untuk Pak Jokowi. Jadi panggung Pak Jokowi ini sebagai narasumber utama di Rakernas," kata Bestari saat podcast bersama Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Kantor Tribunnews.com, Senin (26/1/2026).
Ia menyebut, penempatan Jokowi di panggung khusus dalam Rakernas sebagai simbol kalau mantan Gubernur DKI Jakarta itu merupakan patron atau suri tauladan bagi pihaknya.
Bukan hanya itu, hadirnya Jokowi dalam panggung utama Rakernas PSI nanti membuktikan ucapan dalam Kongres PSI di Solo kalau yang bersangkutan akan mendukung penuh PSI pada Pemilu 2029.
"Artinya, itu sebagai pembuktian saja bahwa beliau sudah melaksanakan janjinya untuk mulai bekerja full untuk PSI dan mendukung PSI," ucap dia.
Saat disinggung soal kemungkinan Jokowi akan diumumkan sebagai kader PSI, Bestari menyatakan kalau hal itu dimungkinkan tidak akan terjadi.
Pasalnya, saat ini seluruh pengurus PSI masih dalam proses melengkapi struktur anggota mulai dari tingkat DPRT atau setingkat ranting, DPC, hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
"Pertanyaannya kan tadi kapan bergabungnya? Kita secara formal nanti akan menyelesaikan terlebih dahulu satu hal yang sampai hari ini harus kami wujudkan adalah mempersiapkan mesin politik PSI ini lolos verifikasi faktual. Di situ baru kita ambil Pak Jokowi, "Pak, Bapak harus sudah di dalam board PSI secara utuh." Secara formal juga ya," kata Bestari.
Dengan begitu, Bestari memastikan kalau dalam Rakernas PSI nantinya, Jokowi dimungkinkan belum akan diumumkan sebagai anggota atau bahkan Ketua Dewan Pembina PSI sebagaimana yang santer dikabarkan belakangan ini.
"Belum, belum diformalkan. Tapi bahwa beliau (Jokowi) hadir sebagai patron memberikan arahan," pungkasnya.
(Tribunnews.com/Deni/Rizki)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.