Jelang Kehadiran Jokowi di Makassar, Rakernas PSI Sempat Diwarnai Demo
Mantan Presiden Jokowi dijadwalkan menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI pada Sabtu (31/1/2026), di Claro Hotel Makassar, Sulawesi Selatan.
Penulis:
Suci Bangun Dwi Setyaningsih
Editor:
Wahyu Gilang Putranto
"Besok kami sudah berangkat dan mempersiapkan juga panggung untuk Pak Jokowi. Jadi panggung Pak Jokowi ini sebagai narasumber utama di Rakernas," kata Bestari saat podcast bersama Direktur Pemberitaan TribunNetwork Febby Mahendra Putra di Kantor Tribunnewscom, Senin (26/1/2026).
Hadirnya Jokowi dalam panggung utama Rakernas PSI, kata Bestari, juga membuktikan ucapan dalam Kongres PSI di Solo kalau yang bersangkutan akan mendukung penuh PSI di Pemilu 2029.
Saat disinggung kemungkinan Jokowi akan diumumkan sebagai kader PSI, Bestari menegaskan, hal itu kemungkinkan tidak akan terjadi.
Pasalnya, saat ini pengurus PSI masih dalam proses melengkapi struktur anggota, mulai dari tingkat DPRt atau setingkat ranting, DPC hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Jadi, menurut Bestari, Jokowi belum akan diumumkan sebagai anggota atau Ketua Dewan Pembina PSI seperti kabar yang berembus.
"Belum, belum diformalkan. Tapi bahwa beliau (Jokowi) hadir sebagai patron memberikan arahan," jelasnya.
Baca juga: Ahmad Ali Tepis Ajak Rusdi Masse Gabung PSI: Kami Sudah Janji Tak Saling Tinggalkan
Diwarnai Demo Jelang Kehadiran Jokowi
Menjelang kedatangan Jokowi di Makassar, puluhan mahasiswa yang menamakan diri Kesatuan Rakyat Menggugat (Keramat) berunjuk rasa di Hotel Claro, Jl AP Pettarani, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (29/1/2026) sore.
Hotel bintang lima itu, diketahui menjadi lokasi Rakernas PSI.
Para pengunjuk rasa pun menyampaikan orasi sambil membentangkan dua spanduk bertuliskan tuntutan yang disuarakan.
Dalam prosesnya, sempat diwarnai aksi bakar ban di depan puluhan aparat kepolisian yang menjaga jalannya Rakernas PSI,
Selain personel Sabhara dari Ditsamapta Polda Sulsel, personel Polsek Tamalate dan Polrestabes Makassar juga berjaga-jaga di sekitar lokasi.
Tidak hanya itu, satu unit kendaraan taktis Sabhara Water cannon juga disiagakan di dekat akses masuk hotel.
Dalam tuntutannya, para pengunjuk rasa menyoroti berbagai kasus dugaan korupsi terkait kuota haji yang diduga melibatkan Mantan Presiden Jokowi.
"Mantan Kemenag Yaqut pernah ber-statement bahwa adanya dugaan keterlibatan Joko widodo terkait kuota haji, kedua terkait hasil sidang Ahok yang soal dugaan kasus korupsi import minyak," ungkap Jenderal Lapangan aksi Keramat, Fahrul atau kerap disapa Rul.
"Ahok menyatakan bahwa perlu Joko Widodo dan BUMN perlu diperiksa. sehingga Aliansi Keramat menduga kuat Mantan Presiden ini diduga terlibat korupsi impor minyak," lanjutnya.
Baca tanpa iklan