Kilang RDMP Balikpapan Rp123 Triliun, DPR: Jangan Sekadar Bisnis!
RDMP Balikpapan bukan sekadar kilang, tapi simbol kemandirian energi. Hemat triliunan, serap ribuan tenaga kerja, bikin publik penasaran…
Penulis:
Chaerul Umam
Editor:
Acos Abdul Qodir
Ringkasan Berita:
- Kilang Balikpapan digadang jadi senjata pamungkas lawan impor BBM.
- Proyek Rp123 triliun ini klaim hemat devisa hingga Rp60 triliun.
- Dari ribuan tenaga kerja hingga BBM Euro 5, semua bikin geger.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Komisi VI DPR RI mengingatkan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan harus diposisikan sebagai aset strategis jangka panjang negara, bukan sekadar proyek bisnis atau komersial.
Penegasan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid saat Kunjungan Kerja Spesifik bersama PT Pertamina dan PT Danantara di Kilang Pertamina Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (29/1/2026).
“RDMP Balikpapan harus dirancang untuk kepentingan strategis jangka panjang negara, bukan hanya hitungan bisnis semata,” ujar Nurdin dalam keterangan rilis ke wartawan, dikutip Sabtu (31/1/2026).
Ia menekankan optimalisasi kilang sebagai langkah penting mengurangi ketergantungan impor BBM dan menuju kemandirian energi nasional. Komisi VI menyatakan komitmen mendukung Pertamina agar proyek berjalan tepat sasaran.
Sementara itu, anggota Komisi VI DPR RI Achmad menegaskan proyek senilai USD 7,4 miliar akan meningkatkan kapasitas Kilang Balikpapan dari 260 ribu menjadi 360 ribu barel per hari, dengan manfaat menekan impor, menyerap tenaga kerja, dan mengatasi potensi kelangkaan BBM.
Ia juga menyoroti pentingnya pengawasan distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran, khususnya bagi nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil.
“Oleh karena itu, pengawasan harus diperketat dan pendataan penerima subsidi harus benar-benar akurat,” ujar Achmad, dikutip dari laman resmi DPR RI.
Baca juga: Bareskrim Polri Dalami Dugaan Pidana soal Isu Saham Gorengan hingga IHSG Anjlok
Tentang RDMP Balikpapan
RDMP Balikpapan sendiri telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto sebagai Proyek Strategis Nasional pada 12 Januari 2026.
Proyek senilai Rp123 triliun ini mencakup pembangunan unit pengolahan baru, revitalisasi fasilitas lama, serta infrastruktur pendukung seperti tangki minyak mentah dan terminal lepas pantai SPM.
Kapasitas kilang ditargetkan naik menjadi 360 ribu barel per hari dengan potensi penghematan devisa hingga Rp60 triliun per tahun.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan Indonesia resmi swasembada solar dengan beroperasinya RDMP Balikpapan.
Sementara Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut kualitas BBM menuju standar Euro 5 yang lebih ramah lingkungan dan mendukung target Net Zero Emission 2060.
Selain meningkatkan kapasitas, proyek ini menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja dengan TKDN di atas 35 persen, menjadikannya simbol kemandirian energi bangsa.
Baca tanpa iklan