Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mercy Barends: Pengurusan Jenazah Korban TPPO di Kamboja Berjalan Lancar

Mercy Chriesty Barends mengungkapkan, pengurusan jenazah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja telah berjalan lancar

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mercy Barends: Pengurusan Jenazah Korban TPPO di Kamboja Berjalan Lancar
HO/IST
PEMULANGAN WNI - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mercy Chriesty Barends mengungkapkan, pengurusan jenazah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja telah berjalan lancar dan tiba dengan selamat di Manado, Sulawesi Utara. 
Ringkasan Berita:
  • Mercy Chriesty Barends mengungkapkan, pengurusan jenazah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja telah berjalan lancar dan tiba dengan selamat di Manado, Sulawesi Utara
  • Mercy juga mengapresiasi dukungan penuh dari Rio Dondokambey beserta tim lapangan yang luar biasa dan sangat membantu sejak tiba di Manado
  • Berdasarkan kesepakatan keluarga dan kades, peti jenazah tidak dibuka lagi karena sudah di lemari es jenazah selama 1 bulan di Rumah Jenazah Yim

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mercy Chriesty Barends mengungkapkan, pengurusan jenazah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dari Kamboja telah berjalan lancar dan tiba dengan selamat di Manado, Sulawesi Utara.

"Lapor Pak Sekjen, Pak Olie dan Pak Rudy, saya bersama satu staf mengantar jenazah dari Jakarta ke Manado," ujarnya dalam keterangan, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Komisi I DPR Nilai Asesmen WNI di Kamboja Penting untuk Lindungi Korban TPPO

TPPO yaitu kejahatan berupa perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, atau penerimaan orang dengan ancaman, kekerasan, penipuan, atau penyalahgunaan kekuasaan untuk tujuan eksploitasi. Kejahatan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan TPPO.

Mercy juga mengapresiasi dukungan penuh dari Rio Dondokambey beserta tim lapangan yang luar biasa dan sangat membantu sejak tiba di Manado. 

"Berita acara serah terima jenazah dilakukan dari DPP Partai ke keluarga korban, yang mewakili Bapak Kades Kolongan," ungkap Anggota DPR RI Komisi III fraksi PDI Perjuangan ini.

Menurut Mercy, pemakaman akan berlangsung pada Sabtu (31/1/2026). 

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih lanjut, Mercy mengatakan keluarga besar Payama mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalam-nya untuk Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan keluarga besar PDI Perjuangan atas dukungannya sehingga jenazah telah diterima keluarga dengan baik.

Dia menambahkan berdasarkan kesepakatan keluarga dan kades, peti jenazah tidak dibuka lagi karena sudah di lemari es jenazah selama 1 bulan di Rumah Jenazah Yim. 

"Pihak Kedutaan Kamboja sangat membantu dan koperatif. Terima kasih," tandasnya.

Baca juga: Wakapolri: Garis Pantai Luas Jadi Pintu Masuk TPPO, Direktorat Baru Disiagakan di Wilayah Perbatasan

Diketahui, jenazah korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Indonesia yang meninggal di Kamboja telah berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Pada 31 Januari 2026, jenazah tiba di Manado dan diserahkan kepada keluarga korban dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk PDI Perjuangan dan pemerintah daerah.

Kronologi Pemulangan

  • Tanggal: 31 Januari 2026
  • Lokasi penerimaan: Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara
  • Proses: Jenazah dipulangkan dari Kamboja melalui koordinasi antara KBRI Phnom Penh, pemerintah pusat, dan pihak partai politik.
  • Serah terima: Dilakukan secara resmi dari DPP PDI Perjuangan kepada keluarga korban yang diwakili oleh Kepala Desa Kolongan.

 

 

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas