Pengamat Prediksi Prabowo Bakal Reshuffle Kabinet 2026 Sebelum Puasa: Kita Doakan yang Terbaik
Adi Prayitno mengatakan, sudah banyak yang menanyakan terkait isu reshuffle ini, sehingga dia menilai perombakan ini memang mendesak.
Penulis:
Rifqah
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
- Adi Prayitno, memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet pada 2026 ini sebelum puasa mendatang
- Adi mengatakan, sudah banyak yang menanyakan terkait isu reshuffle ini, dia menilai perombakan ini memang mendesak
- Meski dinilai mendesak, Adi menilai bahwa reshuffle ini tidak berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan murni karena kebutuhan
TRIBUNNEWS.COM - Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, memprediksi Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle kabinet pada 2026 ini sebelum puasa mendatang.
Adapun, jadwal puasa pada 2026 ini belum ditetapkan secara resmi oleh pemerintah. Namun, jika mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026, 1 Ramadan diprediksi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.
Meski demikian, penetapan resminya masih harus menunggu keputusan sidang isbat yang biasanya digelar pada 29 Syaban.
Sementara dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H bertepatan dengan Rabu, 18 Februari 2026, merujuk pada perhitungan hisab hakiki serta acuan Kalender Global Tunggal (KHGT) tanpa menunggu pengamatan hilal.
Isu reshuffle itu sendiri sebelumnya menguat setelah Thomas Djiwandono yang sebelumnya menjabat Wakil Menteri Keuangan, dilantik sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang kemudian memicu spekulasi politik.
Adi awalnya mengatakan bahwa jika benar terjadi reshuffle, maka kemungkinan akan dilakukan sebelum puasa atau sesudah puasa.
Namun, kata Adi, hingga sekarang masih banyak yang menanyakan terkait isu reshuffle ini, jadi dia menilai perombakan ini memang benar-benar mendesak.
"Kalau melihat tanda-tanda alamnya, karena kawan-kawan media kan hampir tiap hari ini nanya ke saya, biasanya kalau teman-teman media itu nanya tiap hari isunya, ini sudah enam hari loh nanyanya masalah reshuffle, kok rasa-rasanya reshuffle ini mendesak juga gitu ya," ungkap Adi, dikutip dari YouTube Kompas TV, Minggu (1/2/2026).
Karena menurutnya cukup mendesak, Adi mengatakan kemungkinan reshuffle akan dilakukan sebelum puasa.
"Ya mungkin sebelum puas lah, kira-kira begitu, gara-gara ditanya terus kayak gini kok rasa-rasanya isu reshuffle ini semakin menguat gitu ya. Kita doakan semoga ada yang terbaiklah untuk bangsa dan negara ini," ujarnya.
Meski dinilai mendesak, Adi menilai bahwa reshuffle ini tidak berkaitan dengan kepentingan politik, melainkan murni karena kebutuhan.
Baca juga: Pengamat Tak Melihat Ada Alasan Politik Jika Terjadi Reshuffle Kabinet 2026: Murni Replacement
Sebab, Adi mengatakan, sejauh ini dia melihat semua pendukungnya masih terus memberikan dukungan penuh pada program-program Prabowo, mulai dari Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Sekolah Rakyat.
"Hari ini saya tidak menyaksikan dari dekat ya, partai-partai politik para pendukung Pak Prabowo Subianto itu muncul oposisi dari dalam, tidak kelihatan misalnya tidak mendukung 100 persen semua kebijakan-kebijakan politik pemerintah, MBG kemudian koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat semuanya didukung," ungkap Adi.
"Jadi tidak ada alasan sebenarnya untuk menertibkan partai-partai koalisi pemerintah hanya alasan konsolidasi dan dukungan politik," sambungnya.
Baca tanpa iklan