Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berry Sidabutar: RAC DPC Sudah Mulai, Saatnya Ketua DPC Maju Calon Ketua Umum Peradi RBA

Saat ini tinggal dua calon, dari yang awalnya empat bakal calon, yang akan berebut kursi Peradi RBA-1, salah satunya Halomoan Sianturi itu. 

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Erik S
zoom-in Berry Sidabutar: RAC DPC Sudah Mulai, Saatnya Ketua DPC Maju Calon Ketua Umum Peradi RBA
HO/IST/istimewa
MUNAS - Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (Peradi RBA) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 24-25 April 2026 untuk memilih Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) baru pengganti Luhut MP Pangaribuan. 
Ringkasan Berita:
  • Peradi RBA akan menggelar Munas pada 24–25 April 2026 untuk memilih Ketua Umum DPN baru, dengan proses penjaringan calon yang telah menyisakan dua kandidat dari sebelumnya empat orang.
  • Munas ini untuk menggantikan Luhut MP Pangaribuan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Perhimpunan Advokat Indonesia Rumah Bersama Advokat (Peradi RBA) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) pada 24-25 April 2026 memilih Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) baru pengganti Luhut MP Pangaribuan.

Rapat Anggota Cabang (RAC) pertama sudah dimulai oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Peradi Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta dan DPC Peradi Kota Ambon, Maluku. RAC tersebut hanya mencalonkan satu nama, yaitu B Halomoan Sianturi SH MH.

Saat ini tinggal dua calon, dari yang awalnya empat bakal calon, yang akan berebut kursi Peradi RBA-1, salah satunya Halomoan Sianturi itu. 

Advokat senior Bert Nomensen Sidabutar SH MH alias Berry Sidabutar mengatakan Halomoan Sianturi siap maju dan bertarung hingga final demi memperebutkan kursi Peradi RBA-1.

Halomoan Sianturi diketahui saat ini menjabat Ketua DPC Peradi Jakarta Selatan.

"Saya nilai dia sangat mantap dan mumpuni serta lengkap atau paket komplet yang istimewa. Dari DPC untuk Indonesia," kata Berry Sidabutar, Senin (2/2/2026).. 

Ia juga menilai, jiwa petarung dan strategi Halomoan Sianturi yang akan membangun Peradi dari akar rumput sangat tepat. 

Rekomendasi Untuk Anda

Selama bertahun-tahun, kata Berry, Halomoan memperlihatkan cara kerja yang berbeda dari kebanyakan tokoh organisasi dan calon lainnnya, yakni tidak langsung melompat ke pusat (pernah menjadi Pengurus DPN), tetapi membangun kekuatan dari struktur terbawah.

Berry pun mendukung Halomoan yang kepemimpinannya tidak dimulai dari panggung, tetapi dari konsistensi melayani anggota di akar rumput atau grass roots. 

Halomoan dan Berry satu alamamater di Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia (UKI) Jakarta angkatan tahun 1981, dan perjalanan karier Halomoan tidak dimulai dari dunia orasi atau pun opini publik, tetapi dari disiplin ketat dunia korporasi. 

Hampir dua dekade pria kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, tahun 1960 itu menghabiskan sebagai kepala divisi hukum di berbagai institusi keuangan, dari Bank Artha Graha hingga perusahaan pembiayaan dan sekuritas nasional dan investasi serta otomotif. 

Pengalaman itu telah  membentuknya sebagai figur yang rapi, sistematis, dan memahami pentingnya tata kelola administrasi yang akuntabel.

"Sehingga layak dan tepat untuk dipilih menjadi Ketua Umum DPN Peradi di akhir bulan April 2026 menggantikan Luhut Pangaribuan," tutur Berry. 

Halomoan tercatat sebagai pendiri dan dua periode menjadi Ketua DPC Peradi RBA Jaksel di mana biaya pendiriannya 100 persen menggunakan uang pribadinya. 

Baca juga: Peradi Bersatu Pertimbangkan Restorative Justice untuk Eggi Sudjana, Tegaskan Ijazah Jokowi Asli

Menurut Berry, momentum besar datang ketika Halomoan kembali ke dunia advokasi murni dan mendirikan Halomoan Sianturi & Partners (HSP Law Firm) tahun 2003. 

"Namun peran strategisnya dalam profesi justru terlihat ketika ia mendirikan DPC Peradi RBA Jaksel pada 2018. Bukan sekadar ditunjuk sebagai ketua, Halomoan adalah pendirinya. Ia membangun struktur dari nol, mengonsolidasikan anggota, dan menjalankan roda organisasi hingga cukup kuat untuk melanjutkan ke periode kedua pada 2022-2026," papar Berry. 

Kekuatan Halomoan, kata Berry, bukan pada sorotan publik, melainkan pada kemampuan menjaga struktur agar tetap 'hidup' dan mempunyai jiwa pejuang.

"Di saat banyak calon datang membawa slogan, Halomoan membawa bukti: organisasi bisa tumbuh jika diurus dengan disiplin administratif dan kepemimpinan yang bisa diakses oleh semua anggotanya serta transparan baik di bidang keuangan maupun dalam mengambil kebijakan,' terang Berry. 


Perpaduan Etos Korporasi dan Solidaritas Profesi


Identitas Halomoan, kata Berry, bisa dibaca sebagai persilangan antara profesional korporat dan organisatoris sejati.

"Dari pengalaman panjangnya di sektor keuangan, ia membawa budaya tertib administrasi, dokumentasi yang rapi, dan manajemen risiko dalam setiap keputusan," bebernya.

Dari dunia organisasi, lanjut Berry, Halomoan menyerap pentingnya solidaritas bahwa organisasi tidak bisa hidup hanya dengan ketegasan aturan, tetapi juga dengan kehangatan komunikasi," ungkapnya. 


Dalam konteks kepemimpinan Peradi RBA, kata Berry, dua kekuatan itu menjadi formulasi menarik. "Di satu sisi, organisasi advokat membutuhkan modernisasi birokrasi. Di sisi lain, ia tetap harus dekat dengan kebutuhan anggota. Halomoan berdiri di tengah persilangan keduanya,' terangnya. 


Dari Akar Rumput ke Pusat Pengambilan Keputusan

Dengan pengalaman membangun struktur organisasi dari bawah atau akar rumput (grass roots) dan rekam jejak panjang di dunia hukum dan keuangan, Halomoan Sianturi, kata Berry, kini hadir sebagai salah satu bakal calon Ketum Peradi RBA yang menawarkan arah berbeda: menguatkan fondasi sebelum membangun menara. 

"Di saat sebagian kandidat datang dengan janji perubahan dari atas, Halomoan menawarkan perubahan dari bawah, dari struktur, disiplin, dan keteraturan," ulasnya.

Namun, kata Berry, keputusan akhir bukan ada di tangan satu orang, melainkan seluruh anggota Peradi RBA, dalam hal ini pemilik suara dalam munas. 

"Masa depan Peradi tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mencalonkan diri, tetapi juga oleh siapa yang menggunakan hak pilihnya. Halomoan akan mendistribusikan  kewenangan untuk bertindak kepada DPC-DPC dan akan transparan dalam memimpin, termasuk dalam permasalahan keuangan organisasi dan dalam pengambilan kebijakan DPN," tandas Berry.

 

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas