Jokowi Turun Gunung Bantu PSI, Bukan Langkah Kampanye Biasa
Kesiapan Jokowi turun langsung ke daerah membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) hadapi Pemilu 2029 dinilai bukan langkah kampanye biasa.
Penulis:
Mario Christian Sumampow
Editor:
Theresia Felisiani
Ringkasan Berita:
- Kesiapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo turun langsung ke daerah membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029 dinilai bukan sekadar langkah kampanye biasa.
- Pengamat politik dari Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menyebut manuver tersebut mencerminkan relasi politik yang saling menguntungkan antara Jokowi dan PSI.
- Dari sisi PSI, keterlibatan Jokowi memiliki nilai strategis yang signifikan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kesiapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo untuk turun langsung ke daerah membantu Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menghadapi Pemilu 2029 dinilai bukan sekadar langkah kampanye biasa.
Pengamat politik dari Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menyebut manuver tersebut mencerminkan relasi politik yang saling menguntungkan antara Jokowi dan PSI.
Menurut Arifki, dari sisi PSI, keterlibatan Jokowi memiliki nilai strategis yang signifikan.
Figur Jokowi yang masih memiliki tingkat pengenalan publik tinggi dinilai mampu meningkatkan visibilitas PSI.
Terutama di wilayah yang belum menjadi basis elektoral partai tersebut.
Baca juga: Jokowi Bakal Mati-matian untuk PSI, Adi Prayitno: PSI Jadi Arena Uji Kekuatan Politik Ayah Kaesang
“Bagi PSI, Jokowi adalah aset simbolik yang bisa membantu mendongkrak elektoral," kata Arifki dalam keterangannya, Senin (2/1/2026).
"Figur ini dapat mempercepat pengenalan partai dan membuka akses ke segmen pemilih tertentu,” sambungnya.
Namun demikian, Arifki menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak berjalan satu arah.
Jokowi juga dinilai memiliki kepentingan untuk tetap berada dalam orbit politik nasional setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Dalam konteks itu, PSI dapat menjadi kanal politik yang memberi ruang pengaruh sekaligus posisi tawar bagi Jokowi menuju 2029.
“PSI memberi Jokowi kanal politik tanpa harus masuk ke partai besar atau struktur pemerintahan. Ini bentuk relasi yang lazim dalam politik,” kata Arifki.
Baca juga: Dukungan Jokowi dan Bergabungnya Bestari Barus dkk, Adi Prayitno: PSI Perhitungkan Langkah Politik
Arifki menjelaskan, relasi saling membutuhkan seperti ini kerap muncul pada fase pascakekuasaan.
Partai membutuhkan figur kuat untuk mendongkrak elektabilitas.
Sementara figur membutuhkan kendaraan politik agar tetap relevan dalam dinamika kekuasaan.
Jokowi akan Kerja Keras untuk PSI
Sebelumnya, Jokowi menyatakan dirinya akan membantu dan bekerja keras untuk kemenangan PSI di pemilu mendatang.
Ia menyatakan kesanggupannya untuk turun langsung mendatangi konstituen PSI di seluruh provinsi apabila diperlukan.
"Kalau diperlukan, saya harus datang, saya masih sanggup. Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi. Semua provinsi," kata Jokowi saat memberikan arahan dalam penutupan Rakernas I PSI di Sandeq Ballroom Claro Hotel, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026) siang
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.