Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
1 - 4
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
3 - 0
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
3 - 1
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

RI Gabung 'Board of Peace' Jadi Kontroversi, Ini Penjelasan Relawan Prabowo

Board of Peace disebut bukan aliansi militer, bukan bentuk dukungan terhadap perang, dan bukan pula pengakuan atas pendudukan ilegal suatu wilayah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: willy Widianto
Editor: Willem Jonata
zoom-in RI Gabung 'Board of Peace' Jadi Kontroversi, Ini Penjelasan Relawan Prabowo
Istimewa
Ketua Relawan Pasbata Jokowi, David Febrian 
Memuat video…

Ringkasan Berita:
  • Bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace merupakan bagian dari kebijakan diplomasi perdamaian Indonesia di tingkat global, bukan bentuk keberpihakan terhadap konflik atau negara tertentu
  • Namun, hal itu menuai kritik dari publik
  • Relawan Prabowo menilai isu tersebut sengaja dipelintir oleh kelompok tertentu untuk membangun narasi menyesatkan yang seolah-olah Indonesia mendukung Israel

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Relawan Nasional Pasukan Bawah Tanah (PASBATA) Prabowo, David Febrian, menegaskan bahwa langkah Presiden RI Prabowo Subianto bergabung dalam kerjasama Board of Peace bersama Amerika Serikat (AS) merupakan bagian dari kebijakan diplomasi perdamaian Indonesia di tingkat global, bukan bentuk keberpihakan terhadap konflik atau negara tertentu.

Ia menilai, isu tersebut sengaja dipelintir oleh kelompok tertentu untuk membangun narasi menyesatkan yang seolah-olah Indonesia mendukung Israel.

Menurut David, pola semacam ini bukan hal baru dan kerap muncul setiap kali pemerintah mengambil langkah strategis di forum internasional.

Isu sensitif diangkat tanpa konteks utuh, lalu diarahkan untuk memancing emosi publik dan melemahkan kepercayaan terhadap kepemimpinan nasional.

Baca juga: Pemerintah akan Jelaskan ke MUI Soal Keikutsertaan Board of Peace

“Ini pola lama. Mereka memotong konteks, memainkan emosi publik, lalu menggiring opini seakan-akan negara ini berpihak pada penjajahan. Rakyat jangan dibodohi dengan cara-cara seperti ini,” tegas David Febrian, Senin (2/2/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

David menjelaskan, Board of Peace bukan aliansi militer, bukan bentuk dukungan terhadap perang, dan bukan pula pengakuan atas pendudukan ilegal suatu wilayah.

Kerja sama tersebut merupakan ruang diplomasi keamanan dan kemanusiaan, di mana Indonesia justru membawa nilai keadilan, penghormatan terhadap hukum internasional, serta perlindungan rakyat sipil ke dalam percaturan global.

Ia menegaskan bahwa sikap Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina bersifat konstitusional dan tidak pernah berubah.

Karena itu, setiap upaya menggiring opini yang menyebut Indonesia berpihak pada Israel dinilai sebagai rekayasa politik yang bertujuan menciptakan ketidakpercayaan publik terhadap negara.

“Kita tahu tujuan narasi ini untuk apa. Kita juga tahu siapa yang diuntungkan jika Indonesia tampak terisolasi, emosional, dan kehilangan arah diplomasi. Kepentingan bangsa tidak boleh dikorbankan demi ambisi politik segelintir orang,” ujarnya.

David menyebut, pola serangan yang dimainkan kelompok tertentu hampir selalu sama, yakni mengangkat isu sensitif tanpa konteks menyeluruh, menggiring opini seolah pemerintah berkhianat pada nilai-nilai bangsa, memanfaatkan sentimen agama dan kemanusiaan, serta mengejar keuntungan politik jangka pendek.

Menurutnya, Presiden Prabowo memilih jalur kepemimpinan aktif dengan tetap hadir di forum internasional, bukan sekadar melontarkan kritik dari luar.

Dengan berada di dalam forum global, Indonesia dapat menjaga posisi tawar, menyuarakan nilai moral, serta memastikan kepentingan nasional dan isu kemanusiaan termasuk Palestina tetap diperjuangkan secara konkret.

“Indonesia hadir bukan untuk membela perang, tetapi untuk menghentikan perang. Bukan untuk tunduk pada kekuatan besar, melainkan memastikan suara keadilan tidak dimonopoli pihak tertentu,” pungkasnya.

PASBATA pun mengajak masyarakat untuk bersikap kritis dan rasional serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi adu domba yang berpotensi melemahkan persatuan nasional dan merusak kepercayaan rakyat terhadap negara.

(Tribunnews.com/ Willy Widianto)

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas