Susno Duadji soal Board of Peace: Posisi Indonesia Bukanlah Antek Amerika
Susno Duadji mengatakan salah satu yang dibahas dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo, yaitu mengenai posisi Indonesia di Board of Peace.
Penulis:
Muhamad Deni Setiawan
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Presiden RI Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026) malam.
- Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan selama lima jam dengan Prabowo adalah mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji.
- Susno mengatakan, salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yaitu mengenai posisi Indonesia di Board of Peace atau Dewan Perdamaian.
TRIBUNNEWS.COM - Presiden RI Prabowo Subianto telah melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh di kediamannya, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Jumat (30/1/2026) malam.
Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan selama lima jam dengan Prabowo adalah mantan Kabareskrim Polri Komjen Pol (Purn) Susno Duadji.
Susno Duadji mengatakan, salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut, yaitu mengenai posisi Indonesia di Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Ia menyatakan bergabungnya Indonesia ke Board of Peace bukanlah menjadi antek AS maupun antek Israel.
"Posisi Indonesia bukanlah antek Amerika, bukanlah antek Israel. Tapi dengan masuk di situ (Board of Peace), pertama, kedudukan Indonesia dan negara-negara lain, ada enam negara Arab yang masuk ke situ itu bukan keharusan harus tetap di situ."
"Anytime (kapan pun) mau mundur bisa gitu langsung gitu. Jadi mau lanjut bisa, mau tidak lanjut bisa," ujar Susno dalam program On Focus yang tayang di YouTube Tribunnews, Senin (2/2/2026).
Menurutnya, setelah Prabowo memberikan penjelasan, posisi Indonesia dengan masuk ke Board of Peace akan sangat strategis.
"Karena apa? Bisa masuk sampai dengan mengirim pasukan ke Gaza. Sekarang kan enggak ada pasukan internasional di Gaza."
"Tapi dengan adanya misi itu kita bisa kirim pasukan di situ. Ada pasukan yang di sana yang akan menjaga keamanan di Gaza," ungkapnya.
Terkait wacana iuran sebesar 1 miliar dolar AS atau Rp16,7 triliun di Board Of Peace, Susno menyebut uang tersebut akan dipakai untuk membangun Gaza, Palestina.
Berdasarkan penjelasan Prabowo, iuran itu tidak akan memengaruhi kondisi di dalam negeri.
Baca juga: Board of Peace Dinilai Sarat Kepentingan Amerika, Jaringan Gusdurian: Indonesia Harus Keluar
Pasalnya, selama kepemimpinan Prabowo, banyak uang yang masuk dari kebocoran-kebocoran yang berhasil disetop.
"Nah tambah lagi dari pemasukan-pemasukan lain, kita sudah tahu dari sawit dari tambang itu kan banyak pemasukan yang di luar daripada pajak gitu," terangnya.
Susno pun menyatakan bahwa nantinya Indonesia akan membayarkan iuran tersebut.
"Iya (bayar iuran) dan duit itu tidak ganggu duit lain karena beliau dapat duit banyak gitu dengan adanya perbaikan-perbaikan kebocoran," paparnya.
Baca tanpa iklan