PSI: Prabowo Tekankan Persatuan Nasional jadi Cermin Kedewasaan Berbangsa
PSI merespons penyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pentingnya persatuan nasional dan tekad menjalankan kepemimpinan inklusif.
Penulis:
Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor:
Wahyu Aji
Ringkasan Berita:
- PSI menilai pernyataan Presiden Prabowo tentang pentingnya persatuan nasional dan kepemimpinan inklusif mencerminkan kedewasaan berdemokrasi, agar persaingan politik tidak berujung polarisasi.
- PSI menegaskan kemiskinan adalah musuh bersama yang hanya bisa diatasi melalui kerja sama seluruh elemen bangsa, bukan konflik politik berkepanjangan.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merespons penyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pentingnya persatuan nasional dan tekad menjalankan kepemimpinan inklusif demi kemajuan bangsa, di Sentul kemarin.
Juru Bicara DPP PSI Dedek Prayudi menyebut, peryataan Presiden Prabowo mencerminkan kedewasaan berbangsa.
“Persaingan politik memang niscaya dalam sistem demokrasi, namun selayaknya tidak menghasilkan polarisasi tanpa ujung yang justru merontokkan energi kolektif,” kata Dedek Prayudi, Selasa (3/2/2026).
Dedek mengingatkan, kemiskinan adalah musuh bersama yang hanya bisa dikalahkan dengan kolaborasi, bukan polarisasi.
“Tekad Presiden Prabowo untuk memimpin secara inklusif dan adil menjadi fondasi kuat bagi stabilitas nasional, memperkuat kepercayaan publik, serta memastikan energi bangsa difokuskan pada kerja nyata melayani rakyat,” jelas Dedek.
Meski demikian, bukan berarti kritik tidak diperlukan. Dia meyakini bahwa semua elemen bangsa diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi.
“Ruang untuk menyampaikan kritik tetap ada. Karena penyempurnaan kerja merupakan hal yang niscaya. Tanpa kritik, kita bisa menganggap semua sudah sempurna,” tandas Dedek
Sebelumnya, saat memberi arahan Rakornas Pemerintah Pusat dan Saerah di Sentul, Presiden Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa, tanpa memandang latar belakang politik dan golongan, untuk berjuang bersama menghapus kemiskinan dari Indonesia.
Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya persatuan nasional. Persaingan dalam demokrasi adalah hal yang wajar, namun setelah proses politik selesai, seluruh pihak harus kembali bersatu untuk melayani rakyat.
Baca juga: Seskab: Pertemuan Prabowo dengan Trump soal Tarif Impor Sedang Dibahas
Kepala Negara juga menegaskan komitmen untuk memimpin secara inklusif dan adil, tanpa membedakan latar belakang politik.
Baca tanpa iklan