Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Istana Bantah Ada Resistensi Ormas Islam Terkait Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza

Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah tokoh organisasi agama Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Istana Bantah Ada Resistensi Ormas Islam Terkait Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Tribunnews.com/Taufik Ismail
MENSESNEG - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di arena Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). ia mengungkap pertemuan Presiden Prabowo dengan sejumlah tokoh Ormas Islam di antaranya membahas mengenai keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza. 

Bahkan tidak menutup kemungkinan pertemuan dengan para ulama ini juga akan membahas persiapan jelang bukan ramadan.

Pemerintah sendiri kata Prasetyo terus melakukan antisipasi ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadan dan lebaran mengingat di bulan tersebut permintaan selalu melonjak.

"Seperti biasa kan menjelang bulan puasa akan meningkat kebutuhan dan sering disitu juga diikuti dengan meningkatnya harga-harga dan inilah yang kita antisipasi untuk memastikan masing-masing tetap terkendali," ucapnya.

Respons MUI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan keprihatinan serius atas keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace.

Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Prof Dr Sudarnoto Abdul Hakim, menilai forum ini berpotensi melanggengkan penjajahan Israel atas Palestina.

Sudarnoto mengatakan Board of Peace memiliki keterkaitan kuat dengan inisiatif perdamaian era Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan dipimpin oleh Tony Blair, dengan keanggotaan sejumlah negara termasuk Israel.

"MUI menegaskan bahwa isu Palestina bukan sekadar konflik biasa, melainkan persoalan penjajahan, perampasan hak dasar, serta pelanggaran sistematis terhadap hukum humaniter internasional," kata Sudarnoto dalam pernyataan tertulis, Kamis (22/1/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Sudarnoto, keterlibatan Israel sebagai anggota setara dalam forum tersebut merupakan cacat mendasar.

Israel seharusnya diposisikan sebagai kekuatan pendudukan yang wajib dimintai pertanggungjawaban, bukan sebagai pihak netral dalam proses perdamaian.

"MUI menolak konsep ‘perdamaian semu’ yang tidak berbasis keadilan. Setiap inisiatif perdamaian yang tidak menjadikan pengakhiran pendudukan Israel sebagai prasyarat utama berisiko melanggengkan kolonisasi dalam kemasan perdamaian. Board of Peace adalah bentuk nyata langkah neo-kolonialisme," katanya.

Selain itu, Sudarnoto juga mengingatkan bahwa keterlibatan Indonesia tanpa garis merah yang jelas dapat menjadikan Indonesia sebagai legitimasi moral bagi skema internasional yang justru merugikan perjuangan kemerdekaan Palestina.

Meski demikian, Sudarnoto tetap menghargai niat Pemerintah Indonesia untuk berkontribusi dalam perdamaian dunia.

Namun, MUI menilai kontribusi tersebut harus tetap berpijak pada prinsip keadilan, kemerdekaan, dan penghormatan terhadap hukum internasional.

"Dalam pandangan Islam dan nilai kemanusiaan universal, penjajahan dalam bentuk apa pun adalah kezaliman yang wajib diakhiri. Perdamaian sejati hanya mungkin terwujud jika hak, martabat, dan kedaulatan rakyat Palestina dipulihkan sepenuhnya," ujar Sudarnoto.

Dalam rekomendasinya, dirinya meminta Pemerintah Indonesia untuk secara terbuka menegaskan bahwa tujuan utama setiap forum perdamaian adalah kemerdekaan penuh Palestina, bukan sekadar stabilisasi atau rekonstruksi wilayah konflik.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas