Anggaran Dibuat Seminar dan Dinilai Cuma Jadi EO, Kinerja Menpar Widiyanti Dinilai 50 oleh DPR
Anggota Komisi VII DPR mengkritik kinerja Menpar Widiyanti karena tidak proporsional dalam membagi anggaran di Kemenpar. DPR memberi nilai 50.
Penulis:
Yohanes Liestyo Poerwoto
Editor:
Garudea Prabawati
Ringkasan Berita:
- Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dikritik oleh anggota Komisi VII DPR Yoyok Riyo Sudibyo terkait kinerjanya.
- Kritik tersebut berdasarkan pengalokasian anggaran yang dinilai tidak tepat guna karena paling banyak hanya digunakan untuk seminar.
- Menurutnya hal itu membuat roda perekonomian terhadap pelaku bisnis wisata tidak mengalami pergerakan berarti.
- Selain itu, Yoyok juga mengkritik Kemenpar saat ini karena dianggap seperti EO.
TRIBUNNEWS.COM - Kinerja Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dikritik oleh anggota Komisi VII DPR dari Fraksi NasDem Yoyok Riyo Sudibyo.
Adapun kritik ini disampaikan Yoyok saat rapat bersama dengan jajaran Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (4/2/2026).
Awalnya, Yoyok tidak langsung mengkritik Widiyanti tetapi mengakui bahwa sektor pariwisata menjadi penyumbang devisa besar pada tahun 2025.
Namun, kebijakan yang dibuat Widiyanti dianggap masih memiliki celah. Dia pun berharap agar kebijakan di tahun ini dapat mendorong bergeraknya perekonomian bagi masyarakat yang berkecimpung di industri pariwisata.
"Saya harapkan di 2026 nanti, kebijakan yang Ibu ambil ini semestinya merupakan kebijakan sebagai mesin ekonomi, Bu, sebagai mesin ekonomi," katanya dikutip dari YouTube TV Parlemen.
Baca juga: Bencana Sumatra, Menpar Widiyanti Putri Wardhana: Ribuan Objek Wisata Terdampak
Yoyok lalu mengatakan bahwa alokasi anggaran di Kemenpar masih belum efektif karena lebih banyak digunakan untuk kebutuhan seperti seminar.
Dia menegaskan perencanaan anggaran semacam ini yang membuat roda perekonomian di masyarakat tidak berjalan.
"Jadi penyerapan anggaran yang akan datan harus benar-benar sampai ke pelaku wisata ke bawah, bu."
"Jangan sampai malah habis anggaran yang digunakan ke dalam kementerian ibu sendiri atau bahkan yang paling tinggi levelnya misalkan ada seminar sana seminar sini, ke sana ke sini, ke sana ke sini," kata Yoyok.
Tak sampai di situ, Yoyok juga menilai Kemenpar di bawah kepemimpinan Widiyanti justru layaknya seperti event organizer (EO).
"Jangan pula kementerian ibu itu nantinya malah justru, mohon maaf nih ya, kayak sebagai EO aja itu lho. Jadi semacam event organizer nasional gitu. Luar biasa gemanya, cuman nggak sampai lagi ke pelaku-pelaku wisata yang ada di bawahnya," tegas Yoyok.
Selain itu, dia turut menyoroti infrasturktur yang masih dalam kondisi memprihatinkan di beberapa destinasi wisata.
Baca juga: Momen Menko Airlangga Salah Sebut Menpar Widiyanti sebagai Menteri Keuangan
Dia menyebut berbagai insiden kecelakaan akibat buruknya infrastruktur di tempat wisata harus menjadi sorotan Kemenpar.
"Di Bromo itu jip nyemplung sudah berapa, bu? Ini yang luar biasa lagi, saya baru ngikuti event internasional di Toba, Bu. Aduh, parahlah (infrastruktur). Waktu saya ikut UTMB di Toba, kacau. Ini fakta," katanya.
Yoyok turut menyoroti kasus pelatih klub sepakbola Valencia B Martin Carreras Fernando bersama ketiga anaknya yang tewas setelah kapal yang ditumpanginya untuk berlayar ke Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), tenggelam pada akhir tahun 2025 lalu.
Baca tanpa iklan